Translate

Rabu, 16 April 2014

TES POPULASI KHUSUS

hey blogger :)
pembahasan kali ini tentang tes tes untuk populasi khusus . 
silahkan di simak .........

tes tes yang di bahas dalam bab ini mencakup skala tes individual ataupun skala kelompok. tes tes ini di kembangkan, terutama agar dapat di gunakan pada orang orang yang tidak bisa di uji dengan cara biasa. secara historis, jenis jenis tes yang di survei dalam bab ini disebut sebagai tes kinerja, non bahasa atau non verbal.

  • apa itu tes kinerja ? tes kinerja adalah tes yang secara keseluruhan melibatkan objek dengan penggunaan minimal kertas dan pensil. 
  • apa itu tes non bahasa/non verbal ? tes non bahasa/non verbal adalah tes yang tidak membutuhkahkan bahasa bagi pihak penguji ataupun yang di uji. jika tidak menggunakan bahasa, bagaimana cara menjelaskan instruksi padates ini ? cara menjelaskan instruksi untuk tes ini bisa di berikan lewat demonstrasi, gerak tubuh, dan pantomim, tanpa penggunakan bahasa lisan ataupun tertulis. pada tes non verbal ini kebanyakan tes untuk sekolah dasar dan anak anak prasekolah, di gunakan juga tes untuk buta huruf dan nonpembaca pada tingkat semua usia. tes tes ini berguna untuk mengukur pemahaman verbal, seperti: penerimaan kosa kata, pemahaman kalimat, serta paragraf singkat - melalui penggunaan soal soal bergambar yang dilengkapi dengan instruksi lisan.
dalam bab ini, tes tes telah di klasifikasikan, tidak dalam aitan dengan isi atau prosedur penyelenggaraan nya, tetapi dengan rujukan utama. empat kategori yang utama yang di kenal dalam sudut pandang ini, yaitu: tes tes untuk tingkat bayi dan tingkat prasekolah, tes tes yang di gunakan untuk penafsiran komprehensif pada orang orang yang terbelakang mental, tes tes untuk orang orang dengan aneka ragam kekurangan indrawi dan motorik, dan tes tes dirancang untuk multikultural.  

PENGETESAN BAYI DAN ANAK ANAK PRASEKOLAH

semua tes dirancang untuk bayi dan anak anak prasekolah menuntuk penyelenggaraan tes individual. kebanyakan tes untuk anak anak dibawah umur 6 tahun adalah tes kinerja dan tes lisan. banyak dari tes ini menyangkut, perkembangan sensori-motorik, seperti: kemampuan bayi mengangkat kepala, berbalik, meraih, dan memegang objek, dan mengikuti objek yang bergerak dengan mata nya. 

tes tes yang dibakukan untuk perkembangan masa kanak kanak awal  

skala skala barley untuk perkembangan bayi. tes yang tersusun dengan amat baik untuk tingkat usia paling dini adalah skala bayley untuk perkembangan bayi, diilustrasikan pada gambar 9-1 .

gambar 9-1


sekarang tersedia dalam edisi kedua (Bayley II-Bayley, 1993). dengan memasukan sejumlah soal dari jadwal gesell dan tes tes bayi anak prasekolah lainnya. skala ini yang aslinya diterbitkan padatahun 1969, mewakili produk akhir bertahun tahun penelitian oleh barley dan rekan kerjanya, termasuk penelitian penelitian longitudinal dari Barkley Growth Study. 
 skala skala Bayley II memberikan 3 alat komplementer untuk menilai status perkembangan anak diantara umur 1 bulan sampai 3,5 tahun, yaitu: scale, motor scale, dan behaviour rating scale. 

skala skala piagetian
meskipun dapat diterapkan pada tingkat prasekolah, skala skala ini dimodelkan padateori teori perkembangan piaget, yang kebanyakan diterapkan kebanyakan dalam masa kanak kanak awal.semua skala seperti ini ada dalam bentuk eksperimental. sumbangan utama skala piagetian pada pengetesan psikologis untuk anak anak pada kemampuan skala skala yaitu memberikan kerangka teoritis yang berfokus pada urutan perkembangan dalam proses berpikirdan prosedur penafsiran yang di cirikan oleh kemudahan dan interpretasi kualitatif.

kecendrungan dewasa ini dalam penilaian bayi dan mas akanak kanak dini
secara historis, validitas itelegensi di hubungkan dengan kriteria diferensiasi umur dan korelasi dengan kinerja akademik. bagi bayi, kemajuan yang telah diukur hampir secara eksklusif dengan membandingkan hasil hasil mereka dengan norma norma umur yang sama pada rentang tugas yang tercakup dalam skala perkembangan Barley. tetapi, masyarakat memuntut agar alata alat yang dirancang untuk menilai fungsi kognitif pada bayi memiliki kekuatan yang prediktif . 

salah satu dari pendekatan baru adalah pengukuran keterampilan proses informasi, misalnya: Fagan Test of Infant Intellegence (Fagan, 1992; Fagan & Detterman, 1992). pendekatan ini ditemukan atas kesenangan bayi akan hal hal baru, dll. 

PENAKSIRAN KOMPREHENSIF ATAS ORANG ORANG YANG TERBELAKANG SECARA MENTAL
pengetesan anak aanak dengan cacat mental atau jasmani mengalami dorongan pertumbuhan di amerika serikat. berlaku nya education for all handicapped Act of 1975b(P.L.94-142) sekarang diubah menjadi individuals with disabilities education Act (IDEA). ada 4 prosedur dasar, yaitu: semua anak penyandang cacat harus di identifikasi melalui instrumen penyaringa, anak anak yang di identifikasi harus dievaluasi oleh seuah tim spesialis untuk menentukan kebutuhan setiap anak, sekolah harus mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan masing masing individu untuk memenuhi kebutuhannya, tiap anak harus di evaluasi ulang secara priodik sepanjang program itu.

MENGETES PENYANDANG CACAT JASMANI
meskipun maslaah masalah yang disajikan oleh pengetesan sudah mendapatkan banyak perhatian selama beberapa dasawarsa, upaya upaya khusus untuk mengatasi masalah masalah ini di stimulasi peratursn yag diundangkan sejak 1970 an. 
pengetesan anak anak cacat secara fisik padausia awal amatlah penting dalam rangka memberikan pengalaman pendidikan yang sesuai dari awal. pendekatan semacam ini membantu mencegah defisit belajar kumulatif yang akan memperbesar cacat pada perkembangan intekektual . sejauh ini, jalan utama menangani tes semacam ini meliputi: modifikasi medium pengetesan, batas waktu, dan isi tes yang ada . dan juga adapenilaian klinis dengan individu yang bersangkutan. 

bagian yang memperhatikan masalah masalah dan prosedur prosedur pengetesan khusus dengan rujukan tiga kategori utama ketidakmampuan jasmani, yaitu: pendenganran, penglihatan dan motorik.

PENGETESAN MULTIKULTURAL
masalahnya mengetes orang dengan latar belakang kultur yang amat berbeda semkin mendapatkna perhtian sejak pertengahan abad ini. testes diperlukan untuk pemanfaatan smber daya manusia secara maksimum di negara negara banyak. pada tes multikulturas ini terdapat tes: instrumen tradisional yang khas , pendekatan pada pengetesan lintas budaya.

mungkin cukup ini saja, semoga bermanfaat:)
YUK, TERUS MENCARI TAHU !


sumber: Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi ketujuh. Jakarta: PT indeks

Selasa, 01 April 2014

TES KEMAMPUAN MENTAL

Hey blogger jumpa kembali nih !
kali ini pembahasan nya adalah tes kemampuan mental.
jika melihat kepribadian seseorang pasti nya sangat bervariasi, begitu juga dengan kemampuan mental nya.

di mulai bahas dari intelegensi. intelegensi adalah salah satu tes kemampuan mental, pikiran, atau intelegensi manusia. intelegensi merupakan bagian dari proses proses tes kognitif. secara umum intelegensi biasa di sebut dengan kecerdasan. sudah banyak sekali definisi definisi yang di buat oleh para ahli mengenai intelegensi. ahli ahli psikologi sendiri memusatkan perhatian pada prilaku intelegensi itu sendiri dari pada membuat batasan apa yang di maksud dengan intelegensi.ini terjadi karena adanya anggapan bahwa intelegensi merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. sedangkan intelegensi sendiri lebih konkrit batasan dan ciri ciri nya sehingga lebih bermanfaat untuk di pelajari (Azwar;2004 dalam scribe) dengan mengidentifikasi ciri ciri dan indikator prilaku intelegensi maka dengasn sendirinya definisi intelegensi akan terkandung di dalam nya. Alfred Binet (1857-1911) tokoh utama perintis pegukuran psikologi, bersama Theodor Simon mendefinisikan intelegensi sebagai 3 komponen, yaitu :

1. kemampuan mengararahkan pikiran atau tindakan
2. kemampuan untuk mengubah tindakan bila tindakan tersebut tidak dilakukan.
3. kemampuan untuk mengkritik diri sendiri

kemampuan mental umum adalah salah satu topik yang utama dari sebagaian besar ujian masuk, selain salah satu faktor terbaim yang menentukan kinerja di industri bisnis. jenis pertanyaan tes bertingkat tingkat, dimulai memahami petunjuk dan memecahkan masalah yang melibatkan konsep verbal, kosa kata, aritmetika, dan kesadaran spasial (kemampuan untuk menilai atau mengingat posisi dan ukuran objek, dll)

beberapa terdiri dari a teori pandangan tentang kemampuan mental, yaitu :

1.spearmen's model of general mental ability

kemampuan mental disebut juga sebagai intelegengensi, yang teran teodiri dari satu faktor umum dan sejumlah faktor khusus. menurut spearmen intelegensi mengandung 2 macam faktor, yaitu

  • general ability atau g faktor. faktor ini terdapat pada semua individu, tetapi berbeda satu dengan yang lainnya. faktor ini umumnya berhubungan dengan kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas tugas secara umum, misalnya: kemampuan menyelesaikan soal matematika.
  • special ability atau s faktor. faktor ini merupakan faktor khusus mengenai bidang tertentu. dan biasanya seseorang akan menonjol dalam bidang tersebut. misalnya: menguasai sistem perkalian dan pembagian dalam soal matematika. 
2. Thurstone {Multiple Factors Theory)

menganggap mental ability sebagai satu kesatuan dari sejumlah faktor lainnya. tes yang di susun dengan teori ini adalah diferrential Aptitude Test dan WBIS. Thursston juga terkenal dengan teorinya "theory of primary mental abilities. teori mental ini berdasarkan penemuannya mengenai interrelasi diantara tes tes kemampuan, yang menggunakan teknik analisis faktor jamak (technique of multiple factor analysis)

3. Hirarchiecal Factor Theory

memandang mental ability sebagai sistem yang bersifat hiarkis dengan G faktor padahirarki pertama. saat ini, ada berbagai versi teori yang bersifat hirarki, antara lain Vernon

4. Kulmann-Anderson Test-Eighth Edition

tes intelegensi kelompok dengan delapan level yang terpisal, dengan peserta tes mulai anak TK sampai kelas 12

5. Henmon-Nelson Tes

tes ini dapat membantu memprediksi keberhasilan akademik dimasa depan. tetapi, tes ini tetap memiliki keterbatasan.

6. Cognitive Abilities Test

* COGAT ini menyediakan tiga nilai yang terpisah: verbal, kuantitatif, dan non-verbal
*peneliti telah mengungkapkan bahwa COGAT sensitif untuk tes bakat
*kekurangan COGAT, yaitu : memerlukan waktu 32-34 menit dari waktu kerja yang sebenarnya, yang hasilnya akan keluar lebih dari dua atau tiga hari, kelemahan potensial yang lebih serius ditemukan dalam informasi yang di sajikan dalam tes manual yang berhubungan dengan kelompok etnik. 

mungkin cukup sekian. YUK TERUS MENCARI TAHU!


sumber :
http://www.scribd.com/doc/92680838/Kemampuan-Mental

http://www.scribd.com/doc/141780282/Kemampuan-Mental-Dan-Pengukuran

Kaplan Robert M, Dennis P. Saccuzzo (2005) Psychological Testing