hey blogger :)
pembahasan kali ini tentang tes tes untuk populasi khusus .
silahkan di simak .........
tes tes yang di bahas dalam bab ini mencakup skala tes individual ataupun skala kelompok. tes tes ini di kembangkan, terutama agar dapat di gunakan pada orang orang yang tidak bisa di uji dengan cara biasa. secara historis, jenis jenis tes yang di survei dalam bab ini disebut sebagai tes kinerja, non bahasa atau non verbal.
- apa itu tes kinerja ? tes kinerja adalah tes yang secara keseluruhan melibatkan objek dengan penggunaan minimal kertas dan pensil.
- apa itu tes non bahasa/non verbal ? tes non bahasa/non verbal adalah tes yang tidak membutuhkahkan bahasa bagi pihak penguji ataupun yang di uji. jika tidak menggunakan bahasa, bagaimana cara menjelaskan instruksi padates ini ? cara menjelaskan instruksi untuk tes ini bisa di berikan lewat demonstrasi, gerak tubuh, dan pantomim, tanpa penggunakan bahasa lisan ataupun tertulis. pada tes non verbal ini kebanyakan tes untuk sekolah dasar dan anak anak prasekolah, di gunakan juga tes untuk buta huruf dan nonpembaca pada tingkat semua usia. tes tes ini berguna untuk mengukur pemahaman verbal, seperti: penerimaan kosa kata, pemahaman kalimat, serta paragraf singkat - melalui penggunaan soal soal bergambar yang dilengkapi dengan instruksi lisan.
dalam bab ini, tes tes telah di klasifikasikan, tidak dalam aitan dengan isi atau prosedur penyelenggaraan nya, tetapi dengan rujukan utama. empat kategori yang utama yang di kenal dalam sudut pandang ini, yaitu: tes tes untuk tingkat bayi dan tingkat prasekolah, tes tes yang di gunakan untuk penafsiran komprehensif pada orang orang yang terbelakang mental, tes tes untuk orang orang dengan aneka ragam kekurangan indrawi dan motorik, dan tes tes dirancang untuk multikultural.
PENGETESAN BAYI DAN ANAK ANAK PRASEKOLAH
semua tes dirancang untuk bayi dan anak anak prasekolah menuntuk penyelenggaraan tes individual. kebanyakan tes untuk anak anak dibawah umur 6 tahun adalah tes kinerja dan tes lisan. banyak dari tes ini menyangkut, perkembangan sensori-motorik, seperti: kemampuan bayi mengangkat kepala, berbalik, meraih, dan memegang objek, dan mengikuti objek yang bergerak dengan mata nya.
tes tes yang dibakukan untuk perkembangan masa kanak kanak awal
skala skala barley untuk perkembangan bayi. tes yang tersusun dengan amat baik untuk tingkat usia paling dini adalah skala bayley untuk perkembangan bayi, diilustrasikan pada gambar 9-1 .
gambar 9-1
sekarang tersedia dalam edisi kedua (Bayley II-Bayley, 1993). dengan memasukan sejumlah soal dari jadwal gesell dan tes tes bayi anak prasekolah lainnya. skala ini yang aslinya diterbitkan padatahun 1969, mewakili produk akhir bertahun tahun penelitian oleh barley dan rekan kerjanya, termasuk penelitian penelitian longitudinal dari Barkley Growth Study.
skala skala Bayley II memberikan 3 alat komplementer untuk menilai status perkembangan anak diantara umur 1 bulan sampai 3,5 tahun, yaitu: scale, motor scale, dan behaviour rating scale.
skala skala piagetian
meskipun dapat diterapkan pada tingkat prasekolah, skala skala ini dimodelkan padateori teori perkembangan piaget, yang kebanyakan diterapkan kebanyakan dalam masa kanak kanak awal.semua skala seperti ini ada dalam bentuk eksperimental. sumbangan utama skala piagetian pada pengetesan psikologis untuk anak anak pada kemampuan skala skala yaitu memberikan kerangka teoritis yang berfokus pada urutan perkembangan dalam proses berpikirdan prosedur penafsiran yang di cirikan oleh kemudahan dan interpretasi kualitatif.
kecendrungan dewasa ini dalam penilaian bayi dan mas akanak kanak dini
secara historis, validitas itelegensi di hubungkan dengan kriteria diferensiasi umur dan korelasi dengan kinerja akademik. bagi bayi, kemajuan yang telah diukur hampir secara eksklusif dengan membandingkan hasil hasil mereka dengan norma norma umur yang sama pada rentang tugas yang tercakup dalam skala perkembangan Barley. tetapi, masyarakat memuntut agar alata alat yang dirancang untuk menilai fungsi kognitif pada bayi memiliki kekuatan yang prediktif .
salah satu dari pendekatan baru adalah pengukuran keterampilan proses informasi, misalnya: Fagan Test of Infant Intellegence (Fagan, 1992; Fagan & Detterman, 1992). pendekatan ini ditemukan atas kesenangan bayi akan hal hal baru, dll.
PENAKSIRAN KOMPREHENSIF ATAS ORANG ORANG YANG TERBELAKANG SECARA MENTAL
pengetesan anak aanak dengan cacat mental atau jasmani mengalami dorongan pertumbuhan di amerika serikat. berlaku nya education for all handicapped Act of 1975b(P.L.94-142) sekarang diubah menjadi individuals with disabilities education Act (IDEA). ada 4 prosedur dasar, yaitu: semua anak penyandang cacat harus di identifikasi melalui instrumen penyaringa, anak anak yang di identifikasi harus dievaluasi oleh seuah tim spesialis untuk menentukan kebutuhan setiap anak, sekolah harus mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan masing masing individu untuk memenuhi kebutuhannya, tiap anak harus di evaluasi ulang secara priodik sepanjang program itu.
MENGETES PENYANDANG CACAT JASMANI
meskipun maslaah masalah yang disajikan oleh pengetesan sudah mendapatkan banyak perhatian selama beberapa dasawarsa, upaya upaya khusus untuk mengatasi masalah masalah ini di stimulasi peratursn yag diundangkan sejak 1970 an.
pengetesan anak anak cacat secara fisik padausia awal amatlah penting dalam rangka memberikan pengalaman pendidikan yang sesuai dari awal. pendekatan semacam ini membantu mencegah defisit belajar kumulatif yang akan memperbesar cacat pada perkembangan intekektual . sejauh ini, jalan utama menangani tes semacam ini meliputi: modifikasi medium pengetesan, batas waktu, dan isi tes yang ada . dan juga adapenilaian klinis dengan individu yang bersangkutan.
bagian yang memperhatikan masalah masalah dan prosedur prosedur pengetesan khusus dengan rujukan tiga kategori utama ketidakmampuan jasmani, yaitu: pendenganran, penglihatan dan motorik.
PENGETESAN MULTIKULTURAL
masalahnya mengetes orang dengan latar belakang kultur yang amat berbeda semkin mendapatkna perhtian sejak pertengahan abad ini. testes diperlukan untuk pemanfaatan smber daya manusia secara maksimum di negara negara banyak. pada tes multikulturas ini terdapat tes: instrumen tradisional yang khas , pendekatan pada pengetesan lintas budaya.
mungkin cukup ini saja, semoga bermanfaat:)
YUK, TERUS MENCARI TAHU !
sumber: Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi ketujuh. Jakarta: PT indeks
