Translate
Senin, 24 Maret 2014
"MATA KANAN" ITULAH TEMA PAMERANNYA
Minggu, 23 Maret 2014
TES INDIVIDU, TES KELOMPOK DAN TES MINAT
pembahasan kali ini materi tentang tes individu, tes kelompok, dan tes minat.
Tes individual adalah tes yang diberikan perorangan yaitu tester berhadapan dengan orang yang di tes (testee), misalnya Rorschach, Stanford Binet intelligence test dan Wechsler Bellevue Intellegence Scale.
tes tes kelompok digunakan terutama dalam bidang pendidikan, pegawai negeri, industri, dan dinas militer. dalam bab tes kelompok ini pertama tama akan di bahas perbedaan antara tes kelompok dengan tes individu.
- perbedaan khusus dalam rancangan tes:
2. tes kelompok dan tes individu dalam hal kontrol atas kesulitan soal
3. dalam tes kelompok soal soal dengan isi yang sama, diatur dengan tingkat kesulitan dalam pelaksanaan tes yang diukur secara terpisah berdasarkan waktu. tetapi satu kesulitan praktis yang dihadapi jika tes dilakukan terpisah yaitu penguji yang kurang berpengalaman atau kurang cermat bisa melakukan kesalahan perhitungan waktu. kesalahan tersebut lenih mungkin terjadi pada waktu yang singkat dibandingkan waktu tes yang panjang.
- keuntungan dari pengetesan kelompok:
2. tes kelompok memudahkan pengetesan massal karena meyederhanakan peran penguji.
3. dari segi lain, tes kelompok memberikan norma yang lebih baik dibandingkan tes individu, karena relatif mudah dan cepat pengumpulan data pada tes kelompok untuk menguji sampel representatif yang besar dalam proses standarisasi.
- kerugian dari pengetesan kelompok:
mempertahankan minat peserta tes. umumnya orang orang yang tidak terbiasa dengan pengetesan lebih mengalami rintangan pada tes kelompok dibansing dengan tes individu. keterbatasan lain pada tes kelompok yaitu kurangnya kelenturan pada saat setiap peserta tes
PENGETESAN SECARA ADAPTIF DAN ADMINISTRASI TES MENGGUNAKAN KOMPUTER
tes tes yang disusun secara individu
dalam upaya menggabungkan beberapan keuntungan pengetesan kelompok dan individu, beberapa pengetesan telah di jelajahi. dengan demikian minat dikembangkan pada cara penyesuaian liputan soal terhadap karakteristik jawaban peserta tes individu.dalam literatur tentang topik ini, pendekatan ini dinyatakan secara berbeda beda sebagai pengetesan yang dinamik, terprogram, terindividualisasi terjalin, terbagi dalam cabang, berurutan, dan adaptif. pengetesan secara adaptif dapat mengikuti model model prosedural yang sangat bervariasi.
pengetesan secara adaptif yang terkomputerisasi
pengetesan secara adaptif tepat digunakan dalam program program instruksional yang di lakukan secara individu. pengetesan secara adaptif komputerisasi telah secara aktif diselidiki dan dan dikembangkan dalam beberapa situasi.
KUMPULAN TES MULTILEVEL
kumpulan tes multilevel cocok digunakan di sekolah, dimana diperlukan perbandingan skor selama berapa tahun.
tes ini untuk mengetahui arah minat seseorang. diantara nya yaitu: tes kuder prefence record vocatioanal (tes kuder), rothwell miller interest blank (RMIB) dan skala minat terhadap berbagai profesi.
sumber : Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007).Tes Psikologi. Edisi ketujuh. Jakarta: PT.Indeks
Minggu, 16 Maret 2014
KONSEP DASAR TES PSIKOLOGI
Hey blogger, kali ini pembahasan mengenai "konsep dasar tes psikologi" ... yuk di simak hehe
Tes tes psikologi merupakan alat untuk mendapatkan manfaat yang di berikan oleh tes. Alat apapun dapat menjadi instrumen untuk melakukan hal baik atau buruk, tergatung pada cara instrumen itu digunakan.
PENGGUNAAN DAN RAGAM TES PSIKOLOGIS
secara tradisional, fungsi tes tes psikologis adalah untuk mengukur perbedaan perbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yag sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. Salah satu masalah awal yang mendoronf pertumbuhan dari tes tes psikologi adalah identifikasi orang orang yang terbelakang mental. Sampai hari ini pendeteksian defisiensi intelektual tetap merupakan aplikasi penting dari tes tes psikologi tertentu. Dan juga penggunaan tes tes terkait mencakup pemeriksaan orang orang yang mrngalami gangguan emosi yang parah dan masalah masalah prilaku lainnya.
Dorongan kuat pada perkembangan awal tes tes agaknya di dapatkan dari kebuhan akan penilaian yang muncul dari dunia pendidikan. Situasi itulah yang melahirkan tes Binet yang terkenal, yang memandu pengetesa kecerdasan. Sekolah juga merupakan salah satu pengguna tes terbesar, berbagai penggunaan tes untuk pendidika diantaranya yaitu: mengklasifikasi anak anak berdasarkan kemampuan mereka, mana yang belajar cepat dan lamban, konseling pendidikan, pekerjaan pada tingkat sekolah dan universitas, dan menyeleksi orang orang yang masuk sekolah pfofesional.
Seleksi dan klasifikasi sumber daya manusia (SDM) untuk bidang industri mepakan penerapan tes psikologi utama yang lain. Hampir tidak ada pekerjaan yang tidak membutuhkan penggunaan tes psikologis, seperti: penerimaan karyawan,promosi, penunjukan tugas, ataupun memutuskan hubungan kerja.
Penggunaan tes tes dalam konseling individu secara bertahap meluas dari bimbingan yang lingkup sempit menyangkut rencana pendidikan dan pekerjaan, sampai terlibat semua aspek kehidupa seseorang. Ketentraman emosi dan hubungan2 interpersonal kian menjad sasaran utama konseling. Dan juga tumbeh penekanan pada penggunaan tes2 untuk meningkatkan pemahaman diri & pengembangan diri. Dalam kerangka pikir ini, skor2 tes merupakan bagian dari informasi yang di berikan kepada individu sebagai alat bentuk untuk proses pengambilan keputusan. Terlihat jelas bahwa tes psikologi digunakan untuk pemecahan masalah2 praktis berskala luas. Tes2 psikologi menyediakan alat2 standar untuk penyelidikan masalah bervariasi, seperti: perubahan perkembangan rentang hidup dalam individu, pengaruh variabel2 hidup oada kinerja manusia.
Aneka ragam tes yang dirancang untuk berbagai maksud, berbeda juga dalam hal sifat2 utamanya, cara pelaksanaan nya, dan juga dalam aspek prilaku yang ada dalam lingkup tes2 itu. Dan tes2 lainnya yaitu menyediakan ukuran variabel kepribadian atau afektif, seperti: ciri emosional (motivasional, prilaku interpersonal, minat, sikap, dan nilai.
APA TES PSIKOLOGI ITU ?
*sampel prilaku
Tes psikologi adalah alat ukur yang objektif dan di bakukan atas sampel prilaku tertentu. Tes psikologi mirip dengan tes dalam ilmu lain, sejauh observasi dibuat atas sampel yang kecil, namun hati2 atas prilaku individu.
Nilai diagnostik/prediktif tes psikologi terfantung sejauh mana tes itu menjadi indikator dari bidang prilaku yang relatif luas dan signifikan. Dan perlu di catat, kaitan butir2 soal tes tidak perlu sama persis dengan prilaku yang hendak di prediksi oleh tes itu. Yang mutlak perlu adalah adanya hubungan empiris diantara keduanya, dan yang harus di pertimbangkan adalah menyangkut konsep kapasitas yang dalam arti sampel prilaku dapat digunakan sbg indikator bagi prilaku lai dimasa depan.
* Standarisasi
Menyiratkan keseragaman cara penyelenggaraan dan penskoran tes. Dalam rangka menjamin keseragaman kondisi2 tes, penyusun tes menyediakan petunjuk2 yang rinci bagi penyelenggaraan setiap tes yang baru dikembangkan. Rumusan petunjuk menjadi baian utama dari Standarisasi baru yang menyangkut jumlah tempat materi yang digunakan, batas waktu, instruksi lisan, demonstrasi awal, cara jawab pertanyaan dan setiap rincian lain atas situasi tes.
Penetapan norma2 merupakan standarisasi tes yang penting. Tes2 psikologi tidak memiliki standar lulus atau gagal, yang di tentukan terlebih dahulu. Kinerja pada setiap tes dievaluasikan berdasarkan data empiris. Dan dalam proses mentandarisasikan tes, tes diselenggarakan pada sampel yang luas dan representatif atas jenis orang yang memang menjadi sasran perancanga tes tsb yang dikenal sbg sampel standarisasi, berfungsi menetapkan norma.
*pengukuran kesulitan yang objektif
Penyelenggaraan, penilaian, dan interpretasi skor adalah objektif sejauh skor2 tidak tergatung pada penilaian subjektif penguji. Setidak tidaknya objektifitas semacam ini merupakan sasaran penyusunan tes dan telah di capai sampai tingkat yang cukup tinggi pada kebanyakan tes, di dasarkan pada prosedur2 empiris yang objektif.
*Keandalan
Dalam psikometri istilah keandalan berarti konsistensi. Keandalan tea adalah konsistensi skor2 yang di dapatkan oleh orang2 yang sama ketika di tes ulang dengan tes yang sama atau dengan tea sebelumnya. Keandalan tes yang diperiksa dengan membandingkan skor2 yang diperoleh peserta tes yang sama pada waktu yang beda, dengan penguji yang beda atau berdasar syarat tes relevan lainnya. Penting untuk menetapkan secara khusus macam keandalan dan metode yang digunakan untuk menentukan keandalan tsb.
*Validitas
Yaitu sejauh mana tes itu berhasil mengukur apa yang memang hendak diukurnya. Penentua validitas biasanya memerlukan kriteria independen dan eksternal tentag apapun yang menjadi sasaran pengukuran tsb. Validitas memberi tahu kita sampai tingkat mana tes memenuhi fungsinya dan apa yang diukur oleh tes tsb.
MENGAPA PENGGUNAAN TES TES PSIKOLOGI PERLU DIKENDALIKAN ?
Ada dua alasan utama mengendalikan penggunaan tes tes psikologi, yaitu: 1. Memastikan bahwa tes2 yang diberikan oleh penguji mmenuhi syarat dan skor yang digunakan dengan sepantasnya .
2. Mencegah keakraban orang dengan isi tes, yang membuat tea tida valid.
PENYELENGGARAAN TES
1. Persiapan sebelumnya bagi para penguji : dalam tes tidak boleh terjadi hal darurat yang tidak dipersiapkan, karena itu harus dipersiapkan terlebih dahulu seperti: persiapan waktu, materi, briefing untuk para penguji dan penyelenggara .
2. Kondisi kondisi tes
Penting untuk sejaub mana kondisi tes bisa mempengaruhi skor tes.
3. Memperkenalkan tes, yaitu pemahaman dan orientasi peserta tes.
PENGUJI DAN VARIABEL VARIABEL SITUASI
Penguji yang trampil terus menerus waspada untuk mendeteksi variabel dan meminimali pengaruh variabe yang muncul.
PANDANGAN DARI SUDUT PESERTA
1. Kecemasan tes
2. Penelitian komprehensif atas pandangan peserta tes
Mungki cukup ini aja blogger, YUK TERUS MENCARI TAHU ;)
Sumber: Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT indeks
Minggu, 09 Maret 2014
PSIKODIAGNOSTIK DAN PSIKOLOGI DIFERENSIAL
Hey blogger jumpa lagi nih, kali ini pembahasan Psikodiagnostik . Yuk di simak :)
Psikodiagnostik berasal kata dari psikologi dan diagnosa . Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa melalui prilaku, interaksi dengan lingkunga, dan proses belajar sehingga terjadi prilaku yang menetap . Sedangkan diagnosa/ diagnostik berarti mencari untuk mengalami suatu pengetahuan mencari tahu
Istilah Psikodiagnostik pertama sekali di eksis kan oleh Herman Roschach pada tahun 1921 .
Pengertian Psikodiagnostik adalah disiplin ilmu yang mengaplikasikan dan mengembangkan pengukuran untuk menilai karakteristik yang sesuai tentang seseorang, situasi, lembaga, dan berbagai objek lain.
Menurut kamus psikologi, Psikodiagnostik adalah studi mengenai kepribadian lewat penafsiran terhadap tanda tanda tingkah laku, cara berjalan, gerak isyarat, sikap, penampilan wajah, dll.
Psikodiagnostik di latar belakangi oleh kebutuhan klinis. Seperti yag tertulis di atas yang di eksis kan oleh Herman Roschach -> mengkombinasikan antara psikologi dan seni.
Selain itu ada juga manfaat psikologi secara akademik, yaitu :
1. Discribe : menggambarkan suatu masalah
2. Explain : menjelaskan suatu masalah, sebab sebab nya
3. Predict : memprediksi
4. Control : mengarahkan
Ciri ciri Psikodiagnostik sebagai cabang ilmu psikologi, yaitu :
a. Teoritis : di kembangkan teori teori yang berkaitan dengan " bagaimana mengetahui keadaan kejiwaan"
b. Praktis : petunjuk petunjuk praktis mengenai " bagaimana kita mengetahui keadaan jiwa seseorang"
Dan juga hubungan Psikodiagnostik dengan ilmu lain, yang salah satu nya dengan psikologi diferensial .
Adapun macam macam nya, yaitu :
1. Psikologi diferensial : perbedaan individu menjadi dasar dari Psikodiagnostik, tanpa adanya perbedaan individu makan tidak akan dilakukan asesmen psikologi
2. psikologi klinis : untuk mengetahui ciri ciri atau jenis abnormalisasi, di lakukan asesmen psikologi
3. Psikologi perkembagan : untuk menentukan ciri ciri jiwa yag ada pada suatu fase perkembagan tertentu
4. Psikologi industri dan organisasi : untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada lingkungan kerja atau organisasi
5. Psikometri (statistika)
Mungkin cukup dulu ya blogger, semoga bermanfaat meskipun masih minimnya pengetahuan . YUK TERUS MENCARI TAHU :)
http://www.scribd.com/mobile/doc/78039804
http://www.slideshare.net/mobile/elmakrufi/pengantar-psikodiagnostik
http://www.docstoc.com /docs/41359662/Psikodiagnostik-Pengantar
Kamis, 06 Maret 2014
PSIKODIAGNOSTIK 1
Hey blogger udah lama nih engga ngebuka blog ini ....
Gimana kabar kalian ? Semoga sih baik baik saja ya :)
Biasa nih dalam pertemuan pertama mata kuliah psikodiagnostik 1 kami membuat kesepatan tentang ATURAN INDIVIDU , yaitu :
1. Absen + hanya 3 kali telat (mak telat 30 menit ) , jika telat melebihi 3 kali maka dengan otomatis nilai PSIKODIAGNOSTIK I = D
2. Tugas individu
*review materi (mak 2 hari setelah hari perkuliahan)
*menulis ulasan materi selanjutnya disertai dengan referensi yang di gunakan (mak 4 hari)
3. Diskusi tanya jawab
Selesai lah kami semua sepakat dengan peraturan yang dibuat ;)
Setelah itu "MAS SETA" dosen/ fasilitator kami ngasih materi pengantar psikodiagnostik I . Dari materi yang di kasih, sekilas saya memahami psikodiagnostik I adalah ilmu yang mempelajari masalah perilaku manusia yang muncul .
Yah mungkin cukup sampai disini dulu ya blogger hehe :') soalnya saya juga masih kurang pengetahuan nya ttg psikodiagnostik ...
YUK TERUS MENCARI TAHU, AGAR BANYAK ILMU KITA DAPATKAN ! :")

.jpg)