Translate

Rabu, 11 Juni 2014

TEKNIK WAWANCARA

hey blogger, jumpa kembali nih . silahkan di simak :)
    Wawancara adalah tanya-jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah. Wawancara sering dihubungkan dengan pekerjaan jurnalistik untuk keperluan penulisan berita yang disiarkan dalam media massa. Dalam konteks ini, wawancara merupakan proses pencarian data berupa pendapat/pandangan/pengamatan seseorang yang akan digunakan sebagai salah satu bahan penulisan karya jurnalistik.   
   Dari wawancara, sebuah berita didapat dan dilaporkan kepada masyarakat. Untuk itu, wawancara sedikit banyak mempengaruhi sebuah kualitas berita. Sebab wawancara dibutuhkan untuk mendapatkan keterangan, fakta, data-data, penegasan serta beragam jenis informasi lainnya. Kegunaan wawancara bisa untuk memastikan sebuah kebenaran, mengklarifikasi, me-recheck, atau meluruskan kembali berbagai informasi yang didapat. 
SIFAT WAWANCARA
1. On the record
 Nama dan jabatan pemberi wawancara dapat digunakan sebagai sumber dan keterangannya boleh di kutip langsung.
2. Background
  Boleh menggunakan kutipan langsung atau menyiarkan keterangan apa pun yang diberikan, tetapi tanpa menyebutkan nama atau jabatan pemberi wawancara sebagai sumbernya. Biasanya digunakan istilah “Sumber Terpercaya di department menurut persyaratan yang ditentukan oleh pemberi wawancara.

     3. Deep Background

   Tidak boleh menggunakan kutipan langsung atau menyebut nama jabatan atau instansi sumber berita. Yang digunakan adalah istilah Menurut Keterangan atau : diperoleh kabar bahwa ..........

    4. Off the record
    Keterangan yang diberikan bukan untuk disiarkan. Wawancara semacam ini berguna bagi wartawan untuk memahami permasalahan. 

  Persiapan Wawancara

 Secara sederhana terdapat sedikitnya dua tahap untuk melakukan persiapan wawancara:
1. Tahapan Biografis
Tahapan untuk mengumpulkan tentang nama, tempat tinggal, data-data umum lain terhadap narasumber.
2. Tahapan non Biografis.
Mengumpulkan keterangan seputar subyek, seperti yang terkait dengan kehidupan tokoh selain biografis

    Model Wawancara
1. Wawancara langsung (Tatap Muka). Biasanya dilakukan media elektronik, khususnya televisi.
2. Wawancara tidak langsung (Telpon dan Tertulis). Bisa dilakukan media elektronik maupun cetak.

Hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara
Agar tugas wawancara kita dapat berhasil, maka hendaknya diperhatikan hal-hal  antara lain sebagai berikut :
1.   Persiapan.
  Persiapan tersebut menyangkut outline wawancara, penguasaan materi wawancara, pengenalan mengenai sifat/karakter/kebiasaan orang yang hendak kita wawancarai, dan sebagainya.
2.   Taatilah peraturan dan kode etik
     Sopan santun, jenis pakaian yang dikenakan, pengenalan terhadap norma/etika setempat, adalah hal-hal yang juga perlu diperhatikan agar kita dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat pelaksanaan wawancara.
3.   Jangan mendebat nara sumber
  Tugas seorang pewawancara adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya dari nara sumber, bukan berdiskusi. Jika Anda tidak setuju dengan pendapatnya, biarkan saja. Jangan didebat. Kalaupun harus didebat, sampaikan dengan nada bertanya, alias jangan terkesan membantah.
     Contoh yang baik: “Tetapi apakah hal seperti itu tidak berbahaya bagi pertumbuhan perekonomian itu sendiri, Pak?”
   Contoh yang lebih baik lagi: “Tetapi menurut Tuan X, hal seperti itu kan berbahaya bagi pertumbuhan perekonomian itu sendiri. Bagaimana pendapat Bapak?”
  Contoh yang tidak baik: “Tetapi hal itu kan dapat berbahaya bagi pertumbuhan perekonomian itu sendiri, Pak?”
4.   Hindarilah menanyakan sesuatu yang bersifat umum
   Biasakanlah menanyakan hal-hal yang khusus. Hal ini akan sangat membantu untuk memfokuskan jawaban nara sumber. Seperti menayakan umur, kesibukan sehari-hari dll (karena mestinya sudah diketahui lebih awal)
5.  To the point
    Selain untuk menghemat waktu, hal ini juga bertujuan agar nara sumber tidak kebingungan mencerna ucapan si pewawancara.
6.   Hindari pertanyaan ulang.
  Hal ini dapat merugikan kita sendiri, karena nara sumber biasanya cenderung untuk menjawab hanya pertanyaan terakhir yang didengarnya.
7.    Ikuti karakter nara sumber.
  Untuk nara sumber yang pendiam, pewawancara hendaknya dapat melontarkan ungkapan-ungkapan pemancing yang membuat si nara sumber “buka mulut”. Sedangkan untuk nara sumber yang doyan ngomong, pewawancara hendaknya bisa mengarahkan pembicaraan agar nara sumber hanya bicara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan materi wawancara.
8.   Jalin hubungan personal dengan nara sumber.
    Dengan cara memanfaatkan waktu luang yang tersedia sebelum dan sesudah wawancara. Kedua belah pihak dapat ngobrol mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, atau hal- hal lain yang berguna untuk mengakrabkan diri. Ini akan sangat membantu proses wawancara itu sendiri, dan juga untuk hubungan baik dengan nara sumber di waktu-waktu yang akan datang.
9.   Memihak Narasumber
   Jika kita mewawancarai seorang tokoh yang memiliki lawan ataupun musuh tertentu, bersikaplah seolah-olah kita memihaknya, walaupun sebenarnya tidak demikian. Seperti kata pepatah, “Jangan bicara tentang kucing di depan seorang pecinta anjing”. 


    mungkin cukup sampai disini, YUK TERUS MENCARI TAHU :)

SUMBER:
http://www.slideshare.net/dewirokhmah/teknik-wawancara-14674871
http://www.slideshare.net/atone_lotus/metode-wawancara-2-psikologi-umum
http://www.slideshare.net/bahanamahasiswa/wawancara-12638410
http://www.slideshare.net/elkhea/teknik-wawancara
http://www.slideshare.net/_title=tehnik-wawancara&user_login=RudyRustam

Selasa, 10 Juni 2014

TEKNIK OBSERVASI

hey blogger, jumpa kembali nih :)
silahkan di simak!

APA ITU OBSERVASI?

      istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat feomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.observasi juga sebagai metode yang paling dasar dan paling tua, dikatakan dasar karena dalam setiap aktivitas psikologi ada aspek observasi.juga semua bentuk penelitian kuantitatif dan kualitatif mengandung aspek observasi, dan dapat berlangsung dalam konteks laboratorium (eksperi,emnntal)maupun dalam konteks alamiah (Banister, 1994)

     OBSERVASI adalah metode pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap gejala objek yang diteliti . pengetian observasi secara sempit adalah pemgamatan secara langsung terhadap gejala yang diselidiki baik dalam situasi alamiah dan psikologi buatkan. pengertian observasi secara luas adalah termasuk pengamatan yang dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan alat bantu yang sudah dipersiapkan sebelumnya maupun yang diadakan khusus untuk keperluan tsb.

OBSERVASI dalam PSIKODIAGNOSTIKA

yakni berkaitan dengan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memahami varibel psikologis untuk penegakan diagnostik psikologis. ada proses pengukuran dan penggunaan berbagai teknik untuk mampu memahami dan mendiagnosis variabel psikologis, dan juga psikodiagnostik bukan hanya milik psikologi klinis walaupun istilah diagnosis di dominasi di pdikologi klinis.

MENGAPA PERLU OBSERVASI BAGI PSIKOLOG ?
(goodwin &Driscoll dalam Bentzan, 1993)
  1. memungkinkan mengukur prilaku yang tidak dapat di ukur dengan alat ukur psikologis lain (banyak pada anak)
  2. prosedur formal ditanggapi tidak serius (tidak dapat diakukan)
  3. lebih tidak mengancam (pada anak anak lebih akurat)
APA SAJAKAH KEGUNAAN OBSERVASI DALAM PSIKODIAGNOSTIK ?
  1. keperluan assesmen awal
  2. menentukan kekuatan observee dan menggunakannya untuk meningkatkan hal hal yang masih lemah
  3. dasar merancang rencana individual 
  4. dasar dari titk awal kemajuan klien
  5. mengetahui perkembangan anka pada area tertentu
  6. untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan anak 
  7. bahan untuk memberi laporan kepada guru, orang tua, dokter, dan profesi lain
  8. informasi status anak/remaja di sekolah untuk keperluan BK
  9. informasi status klien di klinis (rumah sakit jiwa)
TUJUAN OBSERVASI

mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas aktivitas yang berlangsung, orang orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian yang di lihat dari perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati.


PENTINGNYA OBSERVASI, Patton (1990)
  1. peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks 
  2. eneliti lebih bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dan pembuktian, dan mendekati masalah secara induktif. pengaruh konsep kontekstualisasi (yang sebelumnya)
     tentang topik yang diamati berkurang
  3. peneliti dalam melihat hal hal yang oleh partisipa kurang sadari atau partisipan kurang mampu mereflesikan pemikiran tentang pengalaman itu
  4. memperoleh data tentang hal hal yang tidak diungkapkan secara terbuka dengan wawancara
  5. mengatasi perssepsi selektif dan peneliti dapat bergerak lebih jauh 
  6. memungkinkan peneliti merefleksi   dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang      dilakukan, impresi dan prasaan pengamat menjadi bagian untuk memahami fenomena

APA SAJA YANG DIOBSERVASI ?
  1. berdasarkan tujuan/variabel yang menjadi target
  2. ekspresi verbal, non verbal, respon verba;/non verbal/prilaku terhadap stimulus, atau kmunculan indikator khusus
  3. level observasi dapat aspek khusus dari prilaku, individu, kelompok, dan situasi/proses
  4. waktu (kapan, kecepatan, durasi), lokasi, penampakan eksterior (cara berjalan, pakaian), gaya bahasa (intonasi, pilihan kata)
Webb dkk (1996) & Denzin (1970)
  • exsterior physical signs: pakaian, gaya rambut, sepatu, tato, rumah, perhiasan, dll
  • exspressive movement: gerakan gerakan tubuh seperti gerakan mata, wajah, postur, lengan, seyum, dahi, kerutan dahi, dll
  • physical location:perhatikan proposal space dan lingkungan fisik
  • language behaviour: menyilangkan kaki, dll
  • time duration
*biasanya di terapkan pada kelas sosial, status, jender, dan sikap sosial 

RELIABILITAS DAN VALIDITAS
  • reliabilitas adalah metode reliabel , metofe yang digunakan orang lain dalam kondisi yang akan menunjukan hasil yang sama. perlu nya reliabilitas antar rater
  • validitas adalah keakuratan/kepercayaan seberapa tepat metode mengukur apa yang diukur. validitas tidak instrintik, karena lebih melihat hubungan masalah yang diteliti. ex:meneliti ttg keas sosial lebih valid dengan wawancara dibandingkan dengan observasi
ETIKA OBSERVASI
  1. privacy subjek
  2. keamanan subjek
  3. persetujuan subjek
  4. perlindungan terhadap kenyamanan dan keamanan 
  5. proses diseminasi informasi kepada para profesional dan komunitas ilmuwan
  6. pencegahan kecurangan dan penipuan terhadap subjek, kelompok atau masyarakat
  7. penggunaan oleh dirinya dan pihak lain dengan maksud negatif
pertimbangan diatas diterapkan pada 3 tahap penelitian yaitu rancangan penelitian, proses dilapangan, dan penulisan publikasi


Syarat-syarat melakukan observasi 

Agar pekerjaan observasi ini memperoleh hasil yang baik, maka syarat-syarat di bawah ini harus dipenuhi:

1. Peneliti perlu menguasai teknik-teknik tertentu dalam observasi 
2. Peneliti pelu bekerja seefisien mungkin
3. Peneliti perlu melakukan observasi pada keadaan yang wajar, dalam arti bahwa dalam       melakukan observasi hendakna yang diobservasi adalah hal-hal yang sewajarnya dan ada padanya. Hindarkan jawaban yang ektremdan mentimpang.
4. Peneliti perlu menggunakan waktu yang cukup. Waktu yang cukup ini sangat diperlukan agar petugas yang mengadakan observasi tidak tergesa-gesa, sehingga apa yang dilihat dan dicatat itu adalah peristiwa yang sebenarnya
5. Peneliti harus mampu mengumpulkan informasi yang menyeluruh. Oleh karena itu rancangan observasi yang mataang, waktu yang cukup, dana dan daya yang memadai sangatlah diperlukan. 

Alat-alat yang diperlukan sebelum melakukan observasi

1. Buku catatan : sering disebut sebagai field notes hendaknya berbentuk buku saku supaya mudah menyimpannya, untuk mencatat semua peristiwa yang dianggap penting.

 
2. Alat memotret : untuk mendokumentasikan kegiatan dengan gambar, atau foto, karena tidak setiap kejadian dapat diitulis dengan daftar isian maupun pada saat wawancara


3. Peta daerah survei : peta adalah penting dan sangat membantu peneliti untuk mengenal daerah yang bersangkutan, dan bagi pembaca laporan penelitian maka dengan peta akan cepat diketahui karakteristik daerah penelitian secara cepat. 


4. Jadwal waktu : dengan jadwal waktu diharapkan rencana pekerjaan dapat diatur lebih cermat sehingga tahap demi tahap observasi dapat segera dikontrol pelaksanaannya


5. Perlatan lain yang dianggap perlu : misalnya obat-obatan, peta daerah, kompas, alat tulis, alat penelitian, izin penelitian, dan sebagainya. 



KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN OBSERVASI
  • keuntungan
1. data nyata bukan perilaku yang dilaporkan
2. aman 
3. mungkin untuk diulang
4. mudah diakses dan mudah dilakukan
5. mudah
6. baik sbg sumber data longitudinal
  • kelemahan
1. distorsi dari data asli, terutama sumber berupa arsip
2. pan intervening variable
3. bias dai metode tunggal
4. keterbatasan wilayah terapan
5. decountextualising 

JENIS OBSERVASI

Disebut juga observasi terstruktur; ada kerangka yang memuat faktor-faktor dan ciri-ciri khusus dari setiap faktor yang diamati
•Sistematik : lebihmenekankan pada segi frekuensi dan interval waktu tertentu (misalnya setiap 10 menit)
•Hal perlu diperhatikan :
•Isi dan luas observasi lebih terbatas, sesuai rumusan khusus
•Memungkinkan respons dan peristiwa dicatat secara lebih teliti, dan mungkin dikuantifikasikan


•Dapat menggunakan one way screen 

OBSERVASI PARTISIPAN

•Orang yang mengadakan observasi turut ambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang diobservasi
•Umumnya untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Menyelidiki perilaku individu dalam situasi sosial seperti cara hidup, hubungan sosial dalam pabrik-penjara dll
•Perlu diperhatikan :
•Materi observasi disesuaikan dengan tujuan observasi
•Waktu dan Bentuk pencatatan : segera setelah kejadian dg kata kunci. Kronologis – sistematis
•Hubungan : mencegah kecurigaan, pendekatan yang baik dan menjaga situasi tetap wajar
•Kedalaman partisipasi tergantung pada tujuan dan situasi

TINGKAT PARTISIPASI

•Partisipasi lengkap (penuh)
•Anggota penuh
•Partisipasi fungsional
•Aktivitas tertentu bergabung
•Partisipasi sebagai pengamat

Obtrusive dan unobtrusive

•Unobstrusive measures - unobstrusive methods – non reactive methods
•Metode tidak mengganggu lingkungan sosial, tidak terlibat dengan penduduk, tanpa berinteraksi dengan subjek melalui pertanyaan atau perlakuan lainnya.
•Termasuk un obtrusive methods: tulisan dan rekaman audio visual, materi budaya (objek fisik), jejak-jejak perilaku, arsip pekerjaan, pakaian atau benda lain di musium, isi dari buku-buku di perpustakaan, observasi sederhana, hardware techniques; kamera, video dll, rekaman politik dan demografi
•Obtrusive : wawancara, kuesioner, eksperimen manipulatif, tes
“Contrived“ observation Menggunakan perangkat keras seperti kamera, tape recorders, one way mirrors dll.
Experimental manipulation dipandang sebagai non reactive jika tidak disadari oleh subjek (Bochner, 1979) vs sisi etika observasi

OBSERVASI FORMAL DAN INFORMAL (Goodwin & Driscoll, 1980)

•Observasi formal mempunyai sifat tersruktur yang tinggi, terkontrol dan biasanya untuk penelitian
•Observasi formal perlu mengidentifikasi definisi secara hati-hati, menyusun data, melatih obsrerver dan menjaga reliabilitas antar rater, pencatatan-analisis-interpretasi menggunakan prosedur yang sophisticated.
•Observasi in formal mempunyai sifat yang lebih longgar dalam hal kontrol, elaborasi, sifat terstruktur, dan biasanya untuk perencanaan pengajaran dan pelaksanaan program harian. Lebih mudah dan lebih berpeluang untuk digunakan pada berbagai keadaan.
•Observasi informal sering disebut juga naturalistic observation (lho menopo hubunganipun kalian observasi yang non eskperimental?)

Observasi Partisipan & Observasi Unobstrusif

Observasi partisipan : peneliti berinteraksi dengan subjek yang dipelajari dan melakukan observasi dalam interaksi tersebut, dan biasanya sebagai bagian dari proses wawancara dan menggunakan informan

Observasi dengan observer yang tidak menampakan diri (penyembunyian diri) dan memisahkan diri dari yang diobservasi

STRATEGI OBSEVASI

1.  Narrative types : pengumpulan data oleh observer apa adanya sesuai dengan kejadian dan urutan kejadiannya aasebagaimana yang terjadi pada situasi nyata
2. checklist notations : observer menyusun struktur observasi dengan meilih dan mendefinisikan prilaku sebelum observasi dilaksanakan sehingga ketika observasi tinggal memberik tanda cek
3.   rating scale : observer membuat interpretasi terhadap apa yang diamati dan informasi direkam dengan sbg refleksi dari penilaian observer 

Checklist Notation

Diary descriptions :
Pengamatan (pencatatan) perubahan-perubahan pada perkembangan perilaku secara umum atau perilaku spesifik sesuai tujuan observasi seperti perkembangan bahasa dll. Membutuhkan waktu yang panjang dan frekuensi kontak yang banyak
Specimen descriptions (desriftif naratif, running records)

Pengamatan yang detail dan lengkap, intensif dan kontinyu dengan pencatatan naratif sekuensial terhadap episode tunggal dari perilaku dan keadaan lingkungannya.
•Time sampling

Pengamatan seperti specimen descriptions terhadap perilaku tertentu (sesuai tujuan observasi) pada interval waktu tertentu yang telah ditentukan (biasanya frekuensi kejadian perilaku)
•Event sampling

Pengamatan yang berfokus pada pencatatan kejadian perilaku-perilaku penting yang diamati pada situasi tertentu
•Field unit analysis 
Ada kesamaannya dengan specimen records, tapi metode ini mengkaitkan perilaku-perilaku yang terjadi pada pengamatan ke dalam unit-unit perilaku yang sudah disusun dan menyediakan fasilitas on the spot coding

CHECKLIST

Observer menyusun struktur observasi dengan memilih dan mendefinisikan perilaku sebelum observasi dilaksanakan sehingga ketika observasi tinggal memberi tanda cek
•Melihat kehadiran perilaku yang dianggap penting
•Tidak memberikan informasi tentang frekuensi, durasi, dan kualitas perilaku
•Digunakan pada time sampling, event sampling

Keunggulan
•Strategi yang sederhana dan relatif mudah
•Merekam dengan cepat dan efisien, kebutuhan energi observer minimum
•Ketrampilan yang dibutuhkan dari observer relatif lebih sederhana
•Seteleh dilakukan check terhadap perilaku dapat ditambahkan catatan tertentu
•Mudah diolah dalam lembar komputasi (dan proses kuantifikasi)

Kelemahan
•Informasi terlalu sedikit
•Informasi kurang mendalam
•Tidak ada informasi tentang bagaimana (kualitas, durasi, frekwensi)

mungkin cukup sampai disini, YUK TERUS MENCARI TAHU :)

sumber :
Slide Share ( Psikodiagnostik II) Mas Setta 
http://www.scribd.com/doc/51143194/PSIKODIAKNOSTIKII 
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2166066-observasi-atau-pengamatan/
                                                     

Kamis, 05 Juni 2014

FILM IDENTITY


 Hey blogger, jumpa kembali nih kita,setelah sekian lama baru mulai posting lagi nih. semoga selanjutnya makin rajin buat posting deh ya hihi 

pembahasan kali ini, tentang film identity beserta analisis nya . yuk di simak:)



     Cerita film ini dimulai dari suatu rumah sakit jiwa yang mengadakan pengadilan dalam kondisi khusus buat pembunuh psycho yang mengidap multiple personality atau kepribadian ganda bernama Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince). Setelah itu cerita beralih ke sebuah motel di deket Las Vegas dimana satu keluarga terjebak dalam badai dan harus stay di motel itu. Keluarga yang terdiri dari ayah bernama George York, ibu yang bernama Alice York dan anak laki – laki bernama Timmy itu mengalami kecelakaan kecelakaan parah. Sementara itu mereka ditolong oleh seorang sopir limusin, Edward (John Cusack) yang sedang mengantar seorang aktris, Caroline dan ia juga yang tidak sengaja menambak Alice. Larry, si pemilik hotel kemudian menyarankan agar Alice dibawa ke rumah sakit terdekat yang jaraknya sekitar 30 mil dari motel. Akhirnya si sopir limusin yang bernama Edward, pergi ke RS tersebut. Sayangnya di tengah jalan ia terjebak banjir, kemudian di tengah jalan ia bertemu pasangan bernama Ginny Isiana (Clea DuVall) dan Lou Isiana (William Lee Scott) di dalam mobil yang juga terjebak banjir. Edward kemudian menumpang bersama mereka untuk kembali ke motel.

     Tidak lama setelah itu datang seorang PSK bernama Paris (Amanda Peet) yang ingin berhenti dari pekerjaannya dan membuka perkebunan jeruk,  bermaksud untuk menginap di hotel tersebut. Kemudian disusul seorang polisi bernama Rhodes (Ray Liotta) bersama nara pidana (napi) pindahan yang kehabisan bensin. Mereka semua pun kemudian menginap di hotel tersebut. Tak lama kemudian, terjadi pembunuhan di hotel tersebut. Pertama si aktris yang kepalanya ditemukan di mesin cuci motel, disusul Lou, suami Ginny. Awalnya dicurigai si pembunuh adalah napi yang dibawa oleh Rhodes. Tapi kemudian ternyata si napi juga dibunuh dengan tongkat bisbol milik Larry yang terdapat di mulut napi. Tetapi anehnya di setiap penemuan mayat ditemukan kunci kamar motel dengan urutan nomor 10 untuk si aktris, 9 untuk Lou dan 8 untuk si napi. Tak disangka, ditemukan mayat dalam lemari pendingin yang ternyata pemilik motel sebelumnya. Beberapa waktu yang lalu, Larry menemukan si pria sudah mati ketika datang ke motel, namun ia bingung harus melakukan apa sehingga mayatnya disimpan dalam lemari pendingin agar menunggu keluarganya datang tetapi tak pernah ada yang datang melainkan tamu-tamu yang bermaksud menyewa kamar. Jadilah Larry mengambil alih motel tersebut.

     Sayangnya tak ada yang percaya dengan cerita Larry sehingga ia dituduh sebagai pembunuh orang -orang tersebut. Larry yang panik kemudian kabur dengan mobil, namun tidak sampai ia keluar dari motel, ia menabrak George. Larry akhirnya diamankan dan kemudian Alice yang terluka parah ditemukan di tempat tidur sudah dalam keadaan meninggal. Ginny yang kemudian mengambil peran sebagai pelindung bagi Timmy kemudian kabur membawa Timmy. Namun mobil yang mereka tumpangi meledak sebelum keluar dari mobil itu. Akhirnya orang-orang yang tersisa hanya tinggal Edward, Rhodes, Paris, dan Larry. Mereka menerka-nerka latar belakang dari pembunuhan ini. Ternyata ditemukan kotak data ulang tahun mereka dan orang-orang yang dibunuh bertanggal sama, yaitu 10 Mei dan mereka memiliki nama depan atau nama belakang yang mirip nama Negara bagian seperti Edward 'Ed' Dakota - Samuel Rhodes - Paris Nevada - George York - Alice York - Timmy York - Larry Washington - Caroline Suzanne - Virginia "Ginny" Isiana - Lou Isiana - Robert Maine. Kecurigaan mulai timbul satu sama lain yang menyebabkan Larry terbunuh. 

     Tiba tiba scene berganti kembali ke pengadilan Malcolm Rivers, ternyata dalam diri Malcolm terdapat lebih dari 10 karakter berbeda yang ia mengarang sendiri dan saling membunuh dalam cerita di motel tersebut. Dokter yang menanganinya percaya bahwa tokoh Rhodes lah yang merupakan karakter pembunuh. Dengan kata lain, seluruh kejadian di motel merupakan rekayasa pikiran Malcolm Rivers yang diperintahkan untuk menghilangkan kepribadian pembunuh dalam dirinya. Dalam jalannya sidang seperti melihat seluruh kepribadian Malcolm yang saling membunuh, hal ini untuk membuktikan bahwa sebenarnya raga Malcolm tidak bersalah, tetapi pikiran-pikirannyalah yang berbahaya. Cerita lalu kembali pada kejadian di motel, Edward dan Rhodes saling menembak hingga keduanya tewas, sehingga tersisa Paris Nevada yang akhirnya melanjutkan hidup dengan membuka kebun jeruk atau sama saja seperti karakter Paris lah yang akhirnya dipertahankan Malcolm. Namun tidak di duga akhir cerita dalam film ini patut diacungi jempol. Ternyata karakter pembunuh sebenarnya adalah Timothy atau Timmy anak dari George dan Caroline. Dialah yang membunuh orang-orang atau kepribadian-kepribadian Malcolm. Di akhir cerita, Paris yang sedang menggali tanah tiba-tiba menemukan kunci motel bernomor 1, kemudian tiba-tiba datang Timmy lalu membunuhnya sebagai wujud dari Malcolm yang mempertahankan karakter Timmy dalam dirinya.



PEMBAHASAN TEORI 


A.   Teori Psikoanalisa Sigmund Freud
Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang lebih bersifat psikologis daripada dengan cara-cara fisik. Tokoh utama dan pendiri psikoanalisa adalah Sigmund Freud Konsep-konsep psikoanalisa banyak memberikan pengaruh terhadap perkembangan konseling. Menekankan pada motivasi tidak sadar, konflik, dan symbolism sebagai konsep primer. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis, dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara mendalam terhadap dorongan-dorongan itu. Manusia bersifat tidak rasional, tidak social, dan destruktif terhadap dirinya dan orang lain.
psikoanalisa mengatakan bahwa jiwa terdiri dari tiga sistem yaitu: id, superego, dan ego. Id terletak didalam ketidaksadaran. Ia merupakan tempat dari dorongan-dorongan primitif, yaitu dorongan-dorongan yang belum dibentuk atau dipengaruhi oleh kebudayaan, yakni dorongan untuk hidup dan mempertahankan kehidupan dan dorongan untuk mati. Bentuk dari dorongan hidup adalah dorongan seksual atau disebut libido, dan bentuk dari dorongan mati adalah agresi, yaitu dorongan yang menyebabkan orang lain berkelahi atau berperang dan berkelahi. Prinsip dari id adalah kesenangan yaitu untuk memuaskan semua dorongan primitif. Sedangakan superego adalah suatu sistem yang merupakan kebalikan dari id. Sistem ini sepenuhnya dibentuk dari kebudayaan. Superego berisi dorongan-dorongan untuk berbuat kebaikan. Dorongan untuk mengikuti norma-norma masyarakat dan sebagainya. Dorongan atau energi yang berasal dari superego ini akan berusaha untuk menekan doronga yang timbul dari id. Karena dorongan dari id ini yang masih primitif tidak sesuai atau tidak bisa diterima oleh superego. Ego adalah sistem dimana kedua dorongan dari id dan superego beradu kekuatan. Fungsi ego adalah menjaga keseimbangan antara kedua sistem lainnya. Jika ego terlalu dikuasai oleh dorongan-dorongan dari id saja, maka seseorang tersebut akan menjadi psikopat (tidak memperhatikan norma-norma disekitarnya), atau jika orang itu terlalau dikuasai oleh superegonya maka orang itu akan menjadi psikoneurose (tidak dapat menyalurkan sebagaian besar dorongan-dorongan primitifnya)
B.   Teori kepribadian ganda

gangguan kepribadian ganda (multiple personality disorder) adalah sebuah gangguan disosiatif langka yang ditandai dengan penampilan dari dua atau lebih kepribadian yang berbeda (kepribadian ganda) pada diri satu orang, masing-masing dengan nama, sejarah, dan sifatnya sendiri. Masing-masing alternatif kepribadian biasanya memiliki pola perilaku dan sikap yang konsisten dan terintegrasi.
Mereka yang memiliki kelainan seperti ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas bila mendapati cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan, dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
ciri-ciri kepribadian ganda, yaitu:
  • Pengidapnya memiliki dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda.
  • Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut atau disebut dengan switching.
  •  Pengidapnya memiliki ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya.
  • Gangguan-gangguan yang terjadi pada pengidapnya tidak disebabkan karena efek psikologis dari substansi, seperti alkohol, obat-obatan, atau karena kondisi media seperti demam.

     Dengan ciri ciri seperti diatas, orang yang pengidap kepribadian ganda adalah mereka yang tidak mampu mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya. Pengidap DID 98 persen mengalami amnesia.Tetapi hal tersebut tidak bisa mengurangi banyaknya seseorang yang berkepribadian ganda karena penderita kepribadian ganda sendiri pun tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya, bila seseorang yang merasa bahwa mengalami kepribadian ganda akan tetapi seseorang tersebut masih menyadari akan perpindahan kepribadiannya maka seseorang  tersebut tidaklah mememiliki kepribadian ganda. pada abad baru para psikolog menamakan kepribadian ganda Multiple Personality Disorder, seiring perkembangan waktu dan pro kontra diubah menjadi Dissociative Identity Disorder.


 Analisis film 

  1. Malcom yang memiliki kelainan seperti ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas terbukti dalam kasus yang dialami oleh Malcom ia memiliki 11 kepribadian yang berbeda dalam dirinya,dan ia pun mendapati cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan, dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
  2. Pengidap kepribadian ganda tidak mampu untuk mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya.  Dalam ceritjelas bahwa Malcoms yang mengidap kepribadian ganda tidak dapat mengingat beberapa informasi penting tentang dirinya. Dimana ada dalam suatu rekaman saat seorang psikiater menanyakan tentang ibunya kepada si pengidap keperribadian ganda, ia hanya dapat menjawab yang ia ingat mengenai ibunya adalah seorang palacur. 
  3. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut atau disebut dengan switching, dalam kasus yang dialami oleh Malcoms pun terlihat dimana saat ia sedang melakukan wawancara oleh seorang psikiater ia dapat menempatkan dirinya sebagai Ed, lalu mengganti lagi menjadi seorang pelacur yaitu Parishingga kembali lagi kedalam kepribadian aslinya dan menjadi seorang anak Timmy.
  4. Gangguan-gangguan yang terjadi pada pengidapnya tidak disebabkan karena efek psikologis dari substansi, seperti alkohol, obat-obatan, atau karena kondisi media seperti demam. Dalam film tidak terlalu dijelaskan mengapa Malcoms dapat mengidap kepribadian ganda, dan efek-efek psikologis seperti alkohol pun sepertinya bukan menjadi satu penyebab yang signifikan sehingga malcoms mejadi seorang pembunuh dan seorang yang mengidap kepribadian ganda. 
Tokoh molcoms dalam film identity jika kita kaitkan dengan teori psikoanalisis terlihat bahwa tokoh Malcom tidak dapat mengendalikan struktur fungsi ego dengan baik. Ego dikuasai oleh dorongan-dorongan dari id saja, tidak berimbang dengan super ego nya maka orang tersebut akan menjadi psikopat (tidak memperhatikan norma-norma disekitarnya), sehingga ia cendrung melakukan pembunuhan  dan tidak ada perasaan bersalah.



mungkin cukup sampai disini dulu yah blogger . YUK TERUS MENCARI TAHU :)



Daftar pustaka 
·         Sarwono, w sarlito (2000). berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh psikologi. Jakarta : PT.bulan bintang 
·         http://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_identitas_disosiatif
·         https://www.academia.edu/6314604/PSIKOLOGI_KEPRIBADIAN_GANDA
·         http://www.mantikastudio.com/2013/07/ciri-ciri-kepribadian-ganda.html






Kamis, 22 Mei 2014

Review Pembahsan UTS

Hey blogger, jumpa kembali nih dalam pembahasan soal UTS !

1. Apa yang dimaksud dengan psikodiagnostik dan berikan contoh !
  • psikodiagnostik adalah ilmu yang memepelajari masalah yang muncul.
contoh: kepribadian seseorang yang awal mula menjadi masalah, kemudian dengan psikodiagnostik dapat di observasi, di diagnosis apa yang terjadi terhadap diri seseorang. sehingga dapat diketahui letak permasalahannya.

2. ilmu apa saja yang terkait dengan psikodiagnostik, dan jelaskan keterkaitan dengan contoh!
  • psikologi diferensial: ilmu yang mempelajari gejala psikis manusia. contoh 
contoh: seseorang yang memepunyai masalah psikis, jika dihubungkan dengan psikodiagnostik masalah tersebut dapat diobservasi apa penyebabnya, apa akibatnya sehingga dapat terkait psikologi diferensial dengan psikodiagnostik.

  • psikologi umum: dalam pembahsan psikologi umum masih membahsa luas, seperti tokoh wilham wundt (aliran strukturalisme) yang dihubungkan dengan awal pengembangan alat intelegensi, juga dengan laboratorium Lap Zig > yang menekankan struktur jiwa ( dapat di ukur dengan alattes C-FIT " Catel 1983"
  • psikologi kognitif 
3. manfaat dan keuntungan apa yang diperoleh dengan mempelajari dan memahami psikodiagnostik, jelaskan!
  • konsep awal yang diketahui dari psikodiagnostik adalah pengertian nya, yaitu ilmu yang mempelajari masalah yang muncul. tetapi seiring dengan waktu mempelajari psikodiagnostik terasa sangat penting, karena kita sebagai mahasiswa/i (calon psikolog) yang pasti nya nanti akan melakukan pengetesan pada pada orang lain. pemahaman materi alat tes di bahas dalam psikodiagnostik yang pasti nya akan berguna di masa yang akan datang. berusaha memahami pembelajaran alat tes, admisnistrasi dalam pengetesan, tambahan literatur, latihan meng-observasi dan meng-diagnosis sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan, melatih kesadaran akan sesuatu hal, dan sikodiagnostik terkait dengan ilmu ilmu lain.
4. apa yang di ketahui tentang :
  • mental test : tes yang dilakukan untuk mengetes mental. bagian dari mental > intelegensi
  • mental ability : kemampuan mental yang bersifat umum, biasanya tes intelegensi.
  • aptitude : sesuatu hal yang mengarah pada minat yang kecenderungan menjadi keinginan/ ketertarikan akan sesuatu hal.
  • attitude : perilaku yang muncul dalam kehidupan sehari hari
  • personality : kepribadian yang terkait dengan sifat (trait) seseorang
  • spearmen : menurut spearmen intelegensi digolongkan dalam "G faktor" dan "S faktor". "G faktor" adalah pengetahuan umum yang dimiliki individu. ex: saya dapat mengerjakan soal matematika. sedangkan "Sfaktor" adalah pengetahuan atau keahlian spesifik yang dimiliki individu. ex: saya senang mengerjakan soal pembagian dan perkalian dalam matematika.
  •  Thorndike : tokoh aliran fungsionalisme yang menekankan fungsi elemen elemen penyusunan jiwa. dalam pengembangan alat tes aliran fungsionalisme mempunyai cabang, yaitu Thurstone, Stanberg, dll.
  • Catel : mempunyai alat tes bernama C-FIT yang termasuk dalam G faktor. jika mengaitkan C-FIT dengan "Fluid" alat tes yang membahas intelegensi berdasarkan biologisnya
  • tes individu : tes yang dilakukan oleh individu dengan adanya pengontrolan dari tester. dalam anastasi tes tes yang merupakan bagian dari tes individu yaitu tes skala binet, skala kaufman, dan tes kemampuan diferensial.
  • tes kelompok : tes yang di laksanakan secara bersama dan kurangnya pengontrolan tester terhadap testee.
  • reliabilitas : konsistensi atau kesesuaian
  • validitas : sejauh mana tes berhasil mengukur apa yang memang hendak di ukurnya 
5. mengapa psikologi harus menguasai kemampuan dan keterampilan sebagai administrator yang baik dalam menjalankan psoses diagnostik, jelaskan !
  • karena dengan menguasai kemampuan dan keterampilan sebagai administrator yang baik dalam menjalankan proses dignostik akan memperkuat hasil diagnostik tsb dengan menguasai. tetapi jika psikolog tidak menguasai kemampuan sbg administrator yang baik, maka hasil diagnostik bisa diragukan. ketika sesuatu hal benar-benar di kuasai maka hasilnya pun akan lebih memuaskan dibandingkan dengan seseorang yang tidak menguasai. 

mungkin cukup sampai disini dulu ya blogger :)

YUK TERUS MENCARI TAHU !!!!! :") 

Rabu, 16 April 2014

TES POPULASI KHUSUS

hey blogger :)
pembahasan kali ini tentang tes tes untuk populasi khusus . 
silahkan di simak .........

tes tes yang di bahas dalam bab ini mencakup skala tes individual ataupun skala kelompok. tes tes ini di kembangkan, terutama agar dapat di gunakan pada orang orang yang tidak bisa di uji dengan cara biasa. secara historis, jenis jenis tes yang di survei dalam bab ini disebut sebagai tes kinerja, non bahasa atau non verbal.

  • apa itu tes kinerja ? tes kinerja adalah tes yang secara keseluruhan melibatkan objek dengan penggunaan minimal kertas dan pensil. 
  • apa itu tes non bahasa/non verbal ? tes non bahasa/non verbal adalah tes yang tidak membutuhkahkan bahasa bagi pihak penguji ataupun yang di uji. jika tidak menggunakan bahasa, bagaimana cara menjelaskan instruksi padates ini ? cara menjelaskan instruksi untuk tes ini bisa di berikan lewat demonstrasi, gerak tubuh, dan pantomim, tanpa penggunakan bahasa lisan ataupun tertulis. pada tes non verbal ini kebanyakan tes untuk sekolah dasar dan anak anak prasekolah, di gunakan juga tes untuk buta huruf dan nonpembaca pada tingkat semua usia. tes tes ini berguna untuk mengukur pemahaman verbal, seperti: penerimaan kosa kata, pemahaman kalimat, serta paragraf singkat - melalui penggunaan soal soal bergambar yang dilengkapi dengan instruksi lisan.
dalam bab ini, tes tes telah di klasifikasikan, tidak dalam aitan dengan isi atau prosedur penyelenggaraan nya, tetapi dengan rujukan utama. empat kategori yang utama yang di kenal dalam sudut pandang ini, yaitu: tes tes untuk tingkat bayi dan tingkat prasekolah, tes tes yang di gunakan untuk penafsiran komprehensif pada orang orang yang terbelakang mental, tes tes untuk orang orang dengan aneka ragam kekurangan indrawi dan motorik, dan tes tes dirancang untuk multikultural.  

PENGETESAN BAYI DAN ANAK ANAK PRASEKOLAH

semua tes dirancang untuk bayi dan anak anak prasekolah menuntuk penyelenggaraan tes individual. kebanyakan tes untuk anak anak dibawah umur 6 tahun adalah tes kinerja dan tes lisan. banyak dari tes ini menyangkut, perkembangan sensori-motorik, seperti: kemampuan bayi mengangkat kepala, berbalik, meraih, dan memegang objek, dan mengikuti objek yang bergerak dengan mata nya. 

tes tes yang dibakukan untuk perkembangan masa kanak kanak awal  

skala skala barley untuk perkembangan bayi. tes yang tersusun dengan amat baik untuk tingkat usia paling dini adalah skala bayley untuk perkembangan bayi, diilustrasikan pada gambar 9-1 .

gambar 9-1


sekarang tersedia dalam edisi kedua (Bayley II-Bayley, 1993). dengan memasukan sejumlah soal dari jadwal gesell dan tes tes bayi anak prasekolah lainnya. skala ini yang aslinya diterbitkan padatahun 1969, mewakili produk akhir bertahun tahun penelitian oleh barley dan rekan kerjanya, termasuk penelitian penelitian longitudinal dari Barkley Growth Study. 
 skala skala Bayley II memberikan 3 alat komplementer untuk menilai status perkembangan anak diantara umur 1 bulan sampai 3,5 tahun, yaitu: scale, motor scale, dan behaviour rating scale. 

skala skala piagetian
meskipun dapat diterapkan pada tingkat prasekolah, skala skala ini dimodelkan padateori teori perkembangan piaget, yang kebanyakan diterapkan kebanyakan dalam masa kanak kanak awal.semua skala seperti ini ada dalam bentuk eksperimental. sumbangan utama skala piagetian pada pengetesan psikologis untuk anak anak pada kemampuan skala skala yaitu memberikan kerangka teoritis yang berfokus pada urutan perkembangan dalam proses berpikirdan prosedur penafsiran yang di cirikan oleh kemudahan dan interpretasi kualitatif.

kecendrungan dewasa ini dalam penilaian bayi dan mas akanak kanak dini
secara historis, validitas itelegensi di hubungkan dengan kriteria diferensiasi umur dan korelasi dengan kinerja akademik. bagi bayi, kemajuan yang telah diukur hampir secara eksklusif dengan membandingkan hasil hasil mereka dengan norma norma umur yang sama pada rentang tugas yang tercakup dalam skala perkembangan Barley. tetapi, masyarakat memuntut agar alata alat yang dirancang untuk menilai fungsi kognitif pada bayi memiliki kekuatan yang prediktif . 

salah satu dari pendekatan baru adalah pengukuran keterampilan proses informasi, misalnya: Fagan Test of Infant Intellegence (Fagan, 1992; Fagan & Detterman, 1992). pendekatan ini ditemukan atas kesenangan bayi akan hal hal baru, dll. 

PENAKSIRAN KOMPREHENSIF ATAS ORANG ORANG YANG TERBELAKANG SECARA MENTAL
pengetesan anak aanak dengan cacat mental atau jasmani mengalami dorongan pertumbuhan di amerika serikat. berlaku nya education for all handicapped Act of 1975b(P.L.94-142) sekarang diubah menjadi individuals with disabilities education Act (IDEA). ada 4 prosedur dasar, yaitu: semua anak penyandang cacat harus di identifikasi melalui instrumen penyaringa, anak anak yang di identifikasi harus dievaluasi oleh seuah tim spesialis untuk menentukan kebutuhan setiap anak, sekolah harus mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan masing masing individu untuk memenuhi kebutuhannya, tiap anak harus di evaluasi ulang secara priodik sepanjang program itu.

MENGETES PENYANDANG CACAT JASMANI
meskipun maslaah masalah yang disajikan oleh pengetesan sudah mendapatkan banyak perhatian selama beberapa dasawarsa, upaya upaya khusus untuk mengatasi masalah masalah ini di stimulasi peratursn yag diundangkan sejak 1970 an. 
pengetesan anak anak cacat secara fisik padausia awal amatlah penting dalam rangka memberikan pengalaman pendidikan yang sesuai dari awal. pendekatan semacam ini membantu mencegah defisit belajar kumulatif yang akan memperbesar cacat pada perkembangan intekektual . sejauh ini, jalan utama menangani tes semacam ini meliputi: modifikasi medium pengetesan, batas waktu, dan isi tes yang ada . dan juga adapenilaian klinis dengan individu yang bersangkutan. 

bagian yang memperhatikan masalah masalah dan prosedur prosedur pengetesan khusus dengan rujukan tiga kategori utama ketidakmampuan jasmani, yaitu: pendenganran, penglihatan dan motorik.

PENGETESAN MULTIKULTURAL
masalahnya mengetes orang dengan latar belakang kultur yang amat berbeda semkin mendapatkna perhtian sejak pertengahan abad ini. testes diperlukan untuk pemanfaatan smber daya manusia secara maksimum di negara negara banyak. pada tes multikulturas ini terdapat tes: instrumen tradisional yang khas , pendekatan pada pengetesan lintas budaya.

mungkin cukup ini saja, semoga bermanfaat:)
YUK, TERUS MENCARI TAHU !


sumber: Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi ketujuh. Jakarta: PT indeks

Selasa, 01 April 2014

TES KEMAMPUAN MENTAL

Hey blogger jumpa kembali nih !
kali ini pembahasan nya adalah tes kemampuan mental.
jika melihat kepribadian seseorang pasti nya sangat bervariasi, begitu juga dengan kemampuan mental nya.

di mulai bahas dari intelegensi. intelegensi adalah salah satu tes kemampuan mental, pikiran, atau intelegensi manusia. intelegensi merupakan bagian dari proses proses tes kognitif. secara umum intelegensi biasa di sebut dengan kecerdasan. sudah banyak sekali definisi definisi yang di buat oleh para ahli mengenai intelegensi. ahli ahli psikologi sendiri memusatkan perhatian pada prilaku intelegensi itu sendiri dari pada membuat batasan apa yang di maksud dengan intelegensi.ini terjadi karena adanya anggapan bahwa intelegensi merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. sedangkan intelegensi sendiri lebih konkrit batasan dan ciri ciri nya sehingga lebih bermanfaat untuk di pelajari (Azwar;2004 dalam scribe) dengan mengidentifikasi ciri ciri dan indikator prilaku intelegensi maka dengasn sendirinya definisi intelegensi akan terkandung di dalam nya. Alfred Binet (1857-1911) tokoh utama perintis pegukuran psikologi, bersama Theodor Simon mendefinisikan intelegensi sebagai 3 komponen, yaitu :

1. kemampuan mengararahkan pikiran atau tindakan
2. kemampuan untuk mengubah tindakan bila tindakan tersebut tidak dilakukan.
3. kemampuan untuk mengkritik diri sendiri

kemampuan mental umum adalah salah satu topik yang utama dari sebagaian besar ujian masuk, selain salah satu faktor terbaim yang menentukan kinerja di industri bisnis. jenis pertanyaan tes bertingkat tingkat, dimulai memahami petunjuk dan memecahkan masalah yang melibatkan konsep verbal, kosa kata, aritmetika, dan kesadaran spasial (kemampuan untuk menilai atau mengingat posisi dan ukuran objek, dll)

beberapa terdiri dari a teori pandangan tentang kemampuan mental, yaitu :

1.spearmen's model of general mental ability

kemampuan mental disebut juga sebagai intelegengensi, yang teran teodiri dari satu faktor umum dan sejumlah faktor khusus. menurut spearmen intelegensi mengandung 2 macam faktor, yaitu

  • general ability atau g faktor. faktor ini terdapat pada semua individu, tetapi berbeda satu dengan yang lainnya. faktor ini umumnya berhubungan dengan kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas tugas secara umum, misalnya: kemampuan menyelesaikan soal matematika.
  • special ability atau s faktor. faktor ini merupakan faktor khusus mengenai bidang tertentu. dan biasanya seseorang akan menonjol dalam bidang tersebut. misalnya: menguasai sistem perkalian dan pembagian dalam soal matematika. 
2. Thurstone {Multiple Factors Theory)

menganggap mental ability sebagai satu kesatuan dari sejumlah faktor lainnya. tes yang di susun dengan teori ini adalah diferrential Aptitude Test dan WBIS. Thursston juga terkenal dengan teorinya "theory of primary mental abilities. teori mental ini berdasarkan penemuannya mengenai interrelasi diantara tes tes kemampuan, yang menggunakan teknik analisis faktor jamak (technique of multiple factor analysis)

3. Hirarchiecal Factor Theory

memandang mental ability sebagai sistem yang bersifat hiarkis dengan G faktor padahirarki pertama. saat ini, ada berbagai versi teori yang bersifat hirarki, antara lain Vernon

4. Kulmann-Anderson Test-Eighth Edition

tes intelegensi kelompok dengan delapan level yang terpisal, dengan peserta tes mulai anak TK sampai kelas 12

5. Henmon-Nelson Tes

tes ini dapat membantu memprediksi keberhasilan akademik dimasa depan. tetapi, tes ini tetap memiliki keterbatasan.

6. Cognitive Abilities Test

* COGAT ini menyediakan tiga nilai yang terpisah: verbal, kuantitatif, dan non-verbal
*peneliti telah mengungkapkan bahwa COGAT sensitif untuk tes bakat
*kekurangan COGAT, yaitu : memerlukan waktu 32-34 menit dari waktu kerja yang sebenarnya, yang hasilnya akan keluar lebih dari dua atau tiga hari, kelemahan potensial yang lebih serius ditemukan dalam informasi yang di sajikan dalam tes manual yang berhubungan dengan kelompok etnik. 

mungkin cukup sekian. YUK TERUS MENCARI TAHU!


sumber :
http://www.scribd.com/doc/92680838/Kemampuan-Mental

http://www.scribd.com/doc/141780282/Kemampuan-Mental-Dan-Pengukuran

Kaplan Robert M, Dennis P. Saccuzzo (2005) Psychological Testing