Translate

Kamis, 22 Mei 2014

Review Pembahsan UTS

Hey blogger, jumpa kembali nih dalam pembahasan soal UTS !

1. Apa yang dimaksud dengan psikodiagnostik dan berikan contoh !
  • psikodiagnostik adalah ilmu yang memepelajari masalah yang muncul.
contoh: kepribadian seseorang yang awal mula menjadi masalah, kemudian dengan psikodiagnostik dapat di observasi, di diagnosis apa yang terjadi terhadap diri seseorang. sehingga dapat diketahui letak permasalahannya.

2. ilmu apa saja yang terkait dengan psikodiagnostik, dan jelaskan keterkaitan dengan contoh!
  • psikologi diferensial: ilmu yang mempelajari gejala psikis manusia. contoh 
contoh: seseorang yang memepunyai masalah psikis, jika dihubungkan dengan psikodiagnostik masalah tersebut dapat diobservasi apa penyebabnya, apa akibatnya sehingga dapat terkait psikologi diferensial dengan psikodiagnostik.

  • psikologi umum: dalam pembahsan psikologi umum masih membahsa luas, seperti tokoh wilham wundt (aliran strukturalisme) yang dihubungkan dengan awal pengembangan alat intelegensi, juga dengan laboratorium Lap Zig > yang menekankan struktur jiwa ( dapat di ukur dengan alattes C-FIT " Catel 1983"
  • psikologi kognitif 
3. manfaat dan keuntungan apa yang diperoleh dengan mempelajari dan memahami psikodiagnostik, jelaskan!
  • konsep awal yang diketahui dari psikodiagnostik adalah pengertian nya, yaitu ilmu yang mempelajari masalah yang muncul. tetapi seiring dengan waktu mempelajari psikodiagnostik terasa sangat penting, karena kita sebagai mahasiswa/i (calon psikolog) yang pasti nya nanti akan melakukan pengetesan pada pada orang lain. pemahaman materi alat tes di bahas dalam psikodiagnostik yang pasti nya akan berguna di masa yang akan datang. berusaha memahami pembelajaran alat tes, admisnistrasi dalam pengetesan, tambahan literatur, latihan meng-observasi dan meng-diagnosis sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan, melatih kesadaran akan sesuatu hal, dan sikodiagnostik terkait dengan ilmu ilmu lain.
4. apa yang di ketahui tentang :
  • mental test : tes yang dilakukan untuk mengetes mental. bagian dari mental > intelegensi
  • mental ability : kemampuan mental yang bersifat umum, biasanya tes intelegensi.
  • aptitude : sesuatu hal yang mengarah pada minat yang kecenderungan menjadi keinginan/ ketertarikan akan sesuatu hal.
  • attitude : perilaku yang muncul dalam kehidupan sehari hari
  • personality : kepribadian yang terkait dengan sifat (trait) seseorang
  • spearmen : menurut spearmen intelegensi digolongkan dalam "G faktor" dan "S faktor". "G faktor" adalah pengetahuan umum yang dimiliki individu. ex: saya dapat mengerjakan soal matematika. sedangkan "Sfaktor" adalah pengetahuan atau keahlian spesifik yang dimiliki individu. ex: saya senang mengerjakan soal pembagian dan perkalian dalam matematika.
  •  Thorndike : tokoh aliran fungsionalisme yang menekankan fungsi elemen elemen penyusunan jiwa. dalam pengembangan alat tes aliran fungsionalisme mempunyai cabang, yaitu Thurstone, Stanberg, dll.
  • Catel : mempunyai alat tes bernama C-FIT yang termasuk dalam G faktor. jika mengaitkan C-FIT dengan "Fluid" alat tes yang membahas intelegensi berdasarkan biologisnya
  • tes individu : tes yang dilakukan oleh individu dengan adanya pengontrolan dari tester. dalam anastasi tes tes yang merupakan bagian dari tes individu yaitu tes skala binet, skala kaufman, dan tes kemampuan diferensial.
  • tes kelompok : tes yang di laksanakan secara bersama dan kurangnya pengontrolan tester terhadap testee.
  • reliabilitas : konsistensi atau kesesuaian
  • validitas : sejauh mana tes berhasil mengukur apa yang memang hendak di ukurnya 
5. mengapa psikologi harus menguasai kemampuan dan keterampilan sebagai administrator yang baik dalam menjalankan psoses diagnostik, jelaskan !
  • karena dengan menguasai kemampuan dan keterampilan sebagai administrator yang baik dalam menjalankan proses dignostik akan memperkuat hasil diagnostik tsb dengan menguasai. tetapi jika psikolog tidak menguasai kemampuan sbg administrator yang baik, maka hasil diagnostik bisa diragukan. ketika sesuatu hal benar-benar di kuasai maka hasilnya pun akan lebih memuaskan dibandingkan dengan seseorang yang tidak menguasai. 

mungkin cukup sampai disini dulu ya blogger :)

YUK TERUS MENCARI TAHU !!!!! :") 

Rabu, 16 April 2014

TES POPULASI KHUSUS

hey blogger :)
pembahasan kali ini tentang tes tes untuk populasi khusus . 
silahkan di simak .........

tes tes yang di bahas dalam bab ini mencakup skala tes individual ataupun skala kelompok. tes tes ini di kembangkan, terutama agar dapat di gunakan pada orang orang yang tidak bisa di uji dengan cara biasa. secara historis, jenis jenis tes yang di survei dalam bab ini disebut sebagai tes kinerja, non bahasa atau non verbal.

  • apa itu tes kinerja ? tes kinerja adalah tes yang secara keseluruhan melibatkan objek dengan penggunaan minimal kertas dan pensil. 
  • apa itu tes non bahasa/non verbal ? tes non bahasa/non verbal adalah tes yang tidak membutuhkahkan bahasa bagi pihak penguji ataupun yang di uji. jika tidak menggunakan bahasa, bagaimana cara menjelaskan instruksi padates ini ? cara menjelaskan instruksi untuk tes ini bisa di berikan lewat demonstrasi, gerak tubuh, dan pantomim, tanpa penggunakan bahasa lisan ataupun tertulis. pada tes non verbal ini kebanyakan tes untuk sekolah dasar dan anak anak prasekolah, di gunakan juga tes untuk buta huruf dan nonpembaca pada tingkat semua usia. tes tes ini berguna untuk mengukur pemahaman verbal, seperti: penerimaan kosa kata, pemahaman kalimat, serta paragraf singkat - melalui penggunaan soal soal bergambar yang dilengkapi dengan instruksi lisan.
dalam bab ini, tes tes telah di klasifikasikan, tidak dalam aitan dengan isi atau prosedur penyelenggaraan nya, tetapi dengan rujukan utama. empat kategori yang utama yang di kenal dalam sudut pandang ini, yaitu: tes tes untuk tingkat bayi dan tingkat prasekolah, tes tes yang di gunakan untuk penafsiran komprehensif pada orang orang yang terbelakang mental, tes tes untuk orang orang dengan aneka ragam kekurangan indrawi dan motorik, dan tes tes dirancang untuk multikultural.  

PENGETESAN BAYI DAN ANAK ANAK PRASEKOLAH

semua tes dirancang untuk bayi dan anak anak prasekolah menuntuk penyelenggaraan tes individual. kebanyakan tes untuk anak anak dibawah umur 6 tahun adalah tes kinerja dan tes lisan. banyak dari tes ini menyangkut, perkembangan sensori-motorik, seperti: kemampuan bayi mengangkat kepala, berbalik, meraih, dan memegang objek, dan mengikuti objek yang bergerak dengan mata nya. 

tes tes yang dibakukan untuk perkembangan masa kanak kanak awal  

skala skala barley untuk perkembangan bayi. tes yang tersusun dengan amat baik untuk tingkat usia paling dini adalah skala bayley untuk perkembangan bayi, diilustrasikan pada gambar 9-1 .

gambar 9-1


sekarang tersedia dalam edisi kedua (Bayley II-Bayley, 1993). dengan memasukan sejumlah soal dari jadwal gesell dan tes tes bayi anak prasekolah lainnya. skala ini yang aslinya diterbitkan padatahun 1969, mewakili produk akhir bertahun tahun penelitian oleh barley dan rekan kerjanya, termasuk penelitian penelitian longitudinal dari Barkley Growth Study. 
 skala skala Bayley II memberikan 3 alat komplementer untuk menilai status perkembangan anak diantara umur 1 bulan sampai 3,5 tahun, yaitu: scale, motor scale, dan behaviour rating scale. 

skala skala piagetian
meskipun dapat diterapkan pada tingkat prasekolah, skala skala ini dimodelkan padateori teori perkembangan piaget, yang kebanyakan diterapkan kebanyakan dalam masa kanak kanak awal.semua skala seperti ini ada dalam bentuk eksperimental. sumbangan utama skala piagetian pada pengetesan psikologis untuk anak anak pada kemampuan skala skala yaitu memberikan kerangka teoritis yang berfokus pada urutan perkembangan dalam proses berpikirdan prosedur penafsiran yang di cirikan oleh kemudahan dan interpretasi kualitatif.

kecendrungan dewasa ini dalam penilaian bayi dan mas akanak kanak dini
secara historis, validitas itelegensi di hubungkan dengan kriteria diferensiasi umur dan korelasi dengan kinerja akademik. bagi bayi, kemajuan yang telah diukur hampir secara eksklusif dengan membandingkan hasil hasil mereka dengan norma norma umur yang sama pada rentang tugas yang tercakup dalam skala perkembangan Barley. tetapi, masyarakat memuntut agar alata alat yang dirancang untuk menilai fungsi kognitif pada bayi memiliki kekuatan yang prediktif . 

salah satu dari pendekatan baru adalah pengukuran keterampilan proses informasi, misalnya: Fagan Test of Infant Intellegence (Fagan, 1992; Fagan & Detterman, 1992). pendekatan ini ditemukan atas kesenangan bayi akan hal hal baru, dll. 

PENAKSIRAN KOMPREHENSIF ATAS ORANG ORANG YANG TERBELAKANG SECARA MENTAL
pengetesan anak aanak dengan cacat mental atau jasmani mengalami dorongan pertumbuhan di amerika serikat. berlaku nya education for all handicapped Act of 1975b(P.L.94-142) sekarang diubah menjadi individuals with disabilities education Act (IDEA). ada 4 prosedur dasar, yaitu: semua anak penyandang cacat harus di identifikasi melalui instrumen penyaringa, anak anak yang di identifikasi harus dievaluasi oleh seuah tim spesialis untuk menentukan kebutuhan setiap anak, sekolah harus mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan masing masing individu untuk memenuhi kebutuhannya, tiap anak harus di evaluasi ulang secara priodik sepanjang program itu.

MENGETES PENYANDANG CACAT JASMANI
meskipun maslaah masalah yang disajikan oleh pengetesan sudah mendapatkan banyak perhatian selama beberapa dasawarsa, upaya upaya khusus untuk mengatasi masalah masalah ini di stimulasi peratursn yag diundangkan sejak 1970 an. 
pengetesan anak anak cacat secara fisik padausia awal amatlah penting dalam rangka memberikan pengalaman pendidikan yang sesuai dari awal. pendekatan semacam ini membantu mencegah defisit belajar kumulatif yang akan memperbesar cacat pada perkembangan intekektual . sejauh ini, jalan utama menangani tes semacam ini meliputi: modifikasi medium pengetesan, batas waktu, dan isi tes yang ada . dan juga adapenilaian klinis dengan individu yang bersangkutan. 

bagian yang memperhatikan masalah masalah dan prosedur prosedur pengetesan khusus dengan rujukan tiga kategori utama ketidakmampuan jasmani, yaitu: pendenganran, penglihatan dan motorik.

PENGETESAN MULTIKULTURAL
masalahnya mengetes orang dengan latar belakang kultur yang amat berbeda semkin mendapatkna perhtian sejak pertengahan abad ini. testes diperlukan untuk pemanfaatan smber daya manusia secara maksimum di negara negara banyak. pada tes multikulturas ini terdapat tes: instrumen tradisional yang khas , pendekatan pada pengetesan lintas budaya.

mungkin cukup ini saja, semoga bermanfaat:)
YUK, TERUS MENCARI TAHU !


sumber: Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi ketujuh. Jakarta: PT indeks

Selasa, 01 April 2014

TES KEMAMPUAN MENTAL

Hey blogger jumpa kembali nih !
kali ini pembahasan nya adalah tes kemampuan mental.
jika melihat kepribadian seseorang pasti nya sangat bervariasi, begitu juga dengan kemampuan mental nya.

di mulai bahas dari intelegensi. intelegensi adalah salah satu tes kemampuan mental, pikiran, atau intelegensi manusia. intelegensi merupakan bagian dari proses proses tes kognitif. secara umum intelegensi biasa di sebut dengan kecerdasan. sudah banyak sekali definisi definisi yang di buat oleh para ahli mengenai intelegensi. ahli ahli psikologi sendiri memusatkan perhatian pada prilaku intelegensi itu sendiri dari pada membuat batasan apa yang di maksud dengan intelegensi.ini terjadi karena adanya anggapan bahwa intelegensi merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. sedangkan intelegensi sendiri lebih konkrit batasan dan ciri ciri nya sehingga lebih bermanfaat untuk di pelajari (Azwar;2004 dalam scribe) dengan mengidentifikasi ciri ciri dan indikator prilaku intelegensi maka dengasn sendirinya definisi intelegensi akan terkandung di dalam nya. Alfred Binet (1857-1911) tokoh utama perintis pegukuran psikologi, bersama Theodor Simon mendefinisikan intelegensi sebagai 3 komponen, yaitu :

1. kemampuan mengararahkan pikiran atau tindakan
2. kemampuan untuk mengubah tindakan bila tindakan tersebut tidak dilakukan.
3. kemampuan untuk mengkritik diri sendiri

kemampuan mental umum adalah salah satu topik yang utama dari sebagaian besar ujian masuk, selain salah satu faktor terbaim yang menentukan kinerja di industri bisnis. jenis pertanyaan tes bertingkat tingkat, dimulai memahami petunjuk dan memecahkan masalah yang melibatkan konsep verbal, kosa kata, aritmetika, dan kesadaran spasial (kemampuan untuk menilai atau mengingat posisi dan ukuran objek, dll)

beberapa terdiri dari a teori pandangan tentang kemampuan mental, yaitu :

1.spearmen's model of general mental ability

kemampuan mental disebut juga sebagai intelegengensi, yang teran teodiri dari satu faktor umum dan sejumlah faktor khusus. menurut spearmen intelegensi mengandung 2 macam faktor, yaitu

  • general ability atau g faktor. faktor ini terdapat pada semua individu, tetapi berbeda satu dengan yang lainnya. faktor ini umumnya berhubungan dengan kemampuan menyelesaikan masalah atau tugas tugas secara umum, misalnya: kemampuan menyelesaikan soal matematika.
  • special ability atau s faktor. faktor ini merupakan faktor khusus mengenai bidang tertentu. dan biasanya seseorang akan menonjol dalam bidang tersebut. misalnya: menguasai sistem perkalian dan pembagian dalam soal matematika. 
2. Thurstone {Multiple Factors Theory)

menganggap mental ability sebagai satu kesatuan dari sejumlah faktor lainnya. tes yang di susun dengan teori ini adalah diferrential Aptitude Test dan WBIS. Thursston juga terkenal dengan teorinya "theory of primary mental abilities. teori mental ini berdasarkan penemuannya mengenai interrelasi diantara tes tes kemampuan, yang menggunakan teknik analisis faktor jamak (technique of multiple factor analysis)

3. Hirarchiecal Factor Theory

memandang mental ability sebagai sistem yang bersifat hiarkis dengan G faktor padahirarki pertama. saat ini, ada berbagai versi teori yang bersifat hirarki, antara lain Vernon

4. Kulmann-Anderson Test-Eighth Edition

tes intelegensi kelompok dengan delapan level yang terpisal, dengan peserta tes mulai anak TK sampai kelas 12

5. Henmon-Nelson Tes

tes ini dapat membantu memprediksi keberhasilan akademik dimasa depan. tetapi, tes ini tetap memiliki keterbatasan.

6. Cognitive Abilities Test

* COGAT ini menyediakan tiga nilai yang terpisah: verbal, kuantitatif, dan non-verbal
*peneliti telah mengungkapkan bahwa COGAT sensitif untuk tes bakat
*kekurangan COGAT, yaitu : memerlukan waktu 32-34 menit dari waktu kerja yang sebenarnya, yang hasilnya akan keluar lebih dari dua atau tiga hari, kelemahan potensial yang lebih serius ditemukan dalam informasi yang di sajikan dalam tes manual yang berhubungan dengan kelompok etnik. 

mungkin cukup sekian. YUK TERUS MENCARI TAHU!


sumber :
http://www.scribd.com/doc/92680838/Kemampuan-Mental

http://www.scribd.com/doc/141780282/Kemampuan-Mental-Dan-Pengukuran

Kaplan Robert M, Dennis P. Saccuzzo (2005) Psychological Testing 


Senin, 24 Maret 2014

"MATA KANAN" ITULAH TEMA PAMERANNYA

hey blogger, kali ini pembahasan tentang MATA KANAN. 
pasti pada bingung ya apa sih mata kanan itu ?
mata kanan adalah tema pameran yang di selenggarakan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Pancasila. kenapa mereka ambil tema mata kanan, karena mereka adalah komunitas anak photo up. dan coba deh inget inget kan kalo kita mau foto pasti mata kanan yang melihat ke lensa kamera, dan mata kiri yang tertutup. nah itulah sebabnya mereka men tema kan "mata kanan" .

di saat saya berkunjung ke pameran itu, saya lihat banyak foto foto. dan ada beberapa foto yang saya anggap menarik.

judul foto: Everything
nama fotografer: Retno N.A

 
judul foto: demi sesuap nasi
nama fotografer: Satria 

kedua foto diatas sama sama berjuang untuk menjalani hidup. terutama mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhannya yaitu makan dan minum agar dapat bertahan hidup. kalo di inget inget waktu belajar psikologi umum ada teori "Maslow" . dalam teori itu membahas 5 kebutuhan, yaitu: kebutuhan makan dan minum, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa di cintai, kebutuhan rasa di hargai, sampai yang tertinggi yaitu kebutuhan mencapai aktualisasi diri. dalam 2 foto diatas mereka dalam tahap memenuhi kebutuhan makan dan minum dngan cara bekerja yang sampai akhirnya nanti mereka dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. dan semua nya terasa indah bila di jalani dengan rasa ikhlas :)


Minggu, 23 Maret 2014

TES INDIVIDU, TES KELOMPOK DAN TES MINAT

hey blogger, jumpa kembali nih :)
pembahasan kali ini materi tentang tes individu, tes kelompok, dan tes minat.

TES INDIVIDU
 
Tes individual adalah tes yang diberikan perorangan yaitu tester berhadapan dengan orang yang di tes (testee), misalnya Rorschach, Stanford Binet intelligence test dan Wechsler Bellevue Intellegence Scale.
 
TES KELOMPOK

tes tes kelompok digunakan terutama dalam bidang pendidikan, pegawai negeri, industri, dan dinas militer. dalam bab tes kelompok ini pertama tama akan di bahas perbedaan antara tes kelompok dengan tes individu.
  • perbedaan khusus dalam rancangan tes:
1. tes kelompok berbeda dengan tes individu dalam hal bentuk ataupun susunan butir butir soal (item).
2. tes kelompok dan tes individu dalam hal kontrol atas kesulitan soal
3. dalam tes kelompok soal soal dengan isi yang sama, diatur dengan tingkat kesulitan dalam pelaksanaan tes yang diukur secara terpisah berdasarkan waktu. tetapi satu kesulitan praktis yang dihadapi jika tes dilakukan terpisah yaitu penguji yang kurang berpengalaman atau kurang cermat bisa melakukan kesalahan perhitungan waktu. kesalahan tersebut lenih mungkin terjadi pada waktu yang singkat dibandingkan waktu tes yang panjang.
  • keuntungan dari pengetesan kelompok:
1. tes tes kelompok dirancang sebagai alat untuk pengetesan massal, yang diselenggarakan secara stimultan bagi sebanyak mungkin orang jika bisa disesuaikan dengan ruang yang tersedia dan suara mikrofon.
2. tes kelompok memudahkan pengetesan massal karena meyederhanakan peran penguji.
3. dari segi lain, tes kelompok memberikan norma yang lebih baik dibandingkan tes individu, karena relatif mudah dan cepat pengumpulan data pada tes kelompok untuk menguji sampel representatif yang besar dalam proses standarisasi.
  • kerugian dari pengetesan kelompok:
walaupun tes kelompok memiliki beberapa ciri positif dan cukup berguna dalam pengetesan dewasa ini, namun perlu juga di catat keterbatasannya. dalam pengetesan kelompok, penguji memiliki peluang yang jauh lebih kecil untuk berhubungan, bekerja sama, dan
  mempertahankan minat peserta tes. umumnya orang orang yang tidak terbiasa dengan pengetesan lebih mengalami rintangan pada tes kelompok dibansing dengan tes individu. keterbatasan lain pada tes kelompok yaitu kurangnya kelenturan pada saat setiap peserta tes

PENGETESAN SECARA ADAPTIF DAN ADMINISTRASI TES MENGGUNAKAN KOMPUTER

tes tes yang disusun secara individu 
 dalam upaya menggabungkan beberapan keuntungan pengetesan kelompok dan individu, beberapa pengetesan telah di jelajahi. dengan demikian minat dikembangkan pada cara penyesuaian liputan soal terhadap karakteristik jawaban peserta tes individu.dalam literatur tentang topik ini, pendekatan ini dinyatakan secara berbeda beda sebagai pengetesan yang dinamik, terprogram, terindividualisasi terjalin, terbagi dalam cabang, berurutan, dan adaptif. pengetesan secara adaptif dapat mengikuti model model prosedural yang sangat bervariasi.

pengetesan secara adaptif yang terkomputerisasi

pengetesan secara adaptif tepat digunakan dalam program program instruksional yang di lakukan secara individu. pengetesan secara adaptif komputerisasi telah secara aktif diselidiki dan dan dikembangkan dalam beberapa situasi.

KUMPULAN TES MULTILEVEL

kumpulan tes multilevel cocok digunakan di sekolah, dimana diperlukan perbandingan skor selama berapa tahun.



TES MINAT

tes ini untuk mengetahui arah minat seseorang. diantara nya yaitu: tes kuder prefence record vocatioanal (tes kuder), rothwell miller interest blank (RMIB) dan skala minat terhadap berbagai profesi.

sumber : Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007).Tes Psikologi. Edisi ketujuh. Jakarta: PT.Indeks
 

Minggu, 16 Maret 2014

KONSEP DASAR TES PSIKOLOGI

Hey blogger, kali ini pembahasan mengenai "konsep dasar tes psikologi" ... yuk di simak hehe

Tes tes psikologi merupakan alat untuk mendapatkan manfaat yang di berikan oleh tes. Alat apapun dapat menjadi instrumen untuk melakukan hal baik atau buruk, tergatung pada cara instrumen itu digunakan.

PENGGUNAAN DAN RAGAM TES PSIKOLOGIS

secara tradisional, fungsi tes tes psikologis adalah untuk mengukur perbedaan perbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yag sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. Salah satu masalah awal yang mendoronf pertumbuhan dari tes tes psikologi adalah identifikasi orang orang yang terbelakang mental. Sampai hari ini pendeteksian defisiensi intelektual tetap merupakan aplikasi penting dari tes tes psikologi tertentu. Dan juga penggunaan tes tes terkait mencakup pemeriksaan orang orang yang mrngalami gangguan emosi yang parah dan masalah masalah prilaku lainnya.

Dorongan kuat pada perkembangan awal tes tes agaknya di dapatkan dari kebuhan akan penilaian yang muncul dari dunia pendidikan. Situasi itulah yang melahirkan tes Binet yang terkenal, yang memandu pengetesa  kecerdasan.  Sekolah juga merupakan salah satu pengguna tes terbesar, berbagai penggunaan tes untuk pendidika diantaranya yaitu: mengklasifikasi anak anak berdasarkan kemampuan mereka, mana yang belajar cepat dan lamban, konseling pendidikan, pekerjaan pada tingkat sekolah dan universitas, dan menyeleksi orang orang yang masuk sekolah pfofesional.

Seleksi dan klasifikasi sumber daya manusia (SDM) untuk bidang industri mepakan penerapan tes psikologi utama yang lain. Hampir tidak ada pekerjaan yang tidak membutuhkan penggunaan tes psikologis, seperti: penerimaan karyawan,promosi, penunjukan tugas, ataupun memutuskan hubungan kerja.

Penggunaan tes tes dalam konseling individu secara bertahap meluas dari bimbingan yang lingkup sempit menyangkut rencana pendidikan dan pekerjaan, sampai terlibat semua aspek kehidupa seseorang. Ketentraman emosi dan hubungan2 interpersonal kian menjad sasaran utama konseling. Dan juga tumbeh penekanan pada penggunaan tes2 untuk meningkatkan pemahaman diri & pengembangan diri. Dalam kerangka pikir ini, skor2 tes merupakan bagian dari informasi yang di berikan kepada individu sebagai alat bentuk untuk proses pengambilan keputusan. Terlihat jelas bahwa tes psikologi digunakan untuk pemecahan masalah2 praktis berskala luas. Tes2 psikologi menyediakan alat2 standar untuk penyelidikan masalah bervariasi, seperti: perubahan perkembangan rentang hidup dalam individu, pengaruh variabel2 hidup oada kinerja manusia.

Aneka ragam tes yang dirancang untuk berbagai maksud, berbeda juga dalam hal sifat2 utamanya, cara pelaksanaan nya, dan juga dalam aspek prilaku yang ada dalam lingkup tes2 itu. Dan tes2 lainnya yaitu menyediakan ukuran variabel kepribadian atau afektif, seperti: ciri emosional (motivasional, prilaku interpersonal, minat, sikap, dan nilai.

APA TES PSIKOLOGI ITU ?
*sampel prilaku
Tes psikologi adalah alat ukur yang objektif dan di bakukan atas sampel prilaku tertentu. Tes psikologi mirip dengan tes dalam ilmu lain, sejauh observasi dibuat atas sampel yang kecil, namun hati2 atas prilaku individu.

Nilai diagnostik/prediktif tes psikologi terfantung sejauh mana tes itu menjadi indikator dari bidang prilaku yang relatif luas dan signifikan. Dan perlu di catat, kaitan butir2 soal tes tidak perlu sama persis dengan prilaku yang hendak di prediksi oleh tes itu. Yang mutlak perlu adalah adanya hubungan empiris diantara keduanya, dan yang harus di pertimbangkan adalah menyangkut konsep kapasitas yang dalam arti sampel prilaku dapat digunakan sbg indikator bagi prilaku lai  dimasa depan.

* Standarisasi
Menyiratkan keseragaman cara penyelenggaraan dan penskoran tes. Dalam rangka menjamin keseragaman kondisi2 tes, penyusun tes menyediakan petunjuk2 yang rinci bagi penyelenggaraan setiap tes yang baru dikembangkan. Rumusan petunjuk menjadi baian utama dari Standarisasi baru yang menyangkut jumlah tempat materi yang digunakan, batas waktu, instruksi lisan, demonstrasi awal, cara jawab pertanyaan dan setiap rincian lain atas situasi tes.

Penetapan  norma2 merupakan standarisasi tes yang penting. Tes2 psikologi tidak memiliki standar lulus atau gagal, yang di tentukan terlebih dahulu. Kinerja pada setiap tes dievaluasikan berdasarkan data empiris. Dan dalam proses mentandarisasikan tes, tes diselenggarakan pada sampel yang luas dan representatif atas jenis orang yang memang menjadi sasran perancanga tes tsb yang dikenal sbg sampel standarisasi, berfungsi menetapkan norma.

*pengukuran kesulitan yang objektif

Penyelenggaraan, penilaian, dan interpretasi skor adalah objektif sejauh skor2 tidak tergatung pada penilaian subjektif penguji. Setidak tidaknya objektifitas semacam ini merupakan sasaran penyusunan tes dan telah di capai sampai tingkat yang cukup tinggi pada kebanyakan tes, di dasarkan pada prosedur2 empiris yang objektif.

*Keandalan

Dalam psikometri istilah keandalan berarti konsistensi. Keandalan tea adalah konsistensi skor2 yang di dapatkan oleh orang2 yang sama ketika di tes ulang dengan tes yang sama atau dengan tea sebelumnya. Keandalan tes yang diperiksa dengan membandingkan skor2 yang diperoleh peserta tes yang sama pada waktu yang beda, dengan penguji yang beda atau berdasar syarat tes relevan lainnya. Penting untuk menetapkan secara khusus macam keandalan dan metode yang digunakan untuk menentukan keandalan tsb.

*Validitas
Yaitu sejauh mana tes itu berhasil mengukur apa yang memang hendak diukurnya. Penentua validitas biasanya memerlukan kriteria independen dan eksternal tentag apapun yang menjadi sasaran pengukuran tsb. Validitas memberi tahu kita sampai tingkat mana tes memenuhi fungsinya dan apa yang diukur oleh tes tsb.

MENGAPA PENGGUNAAN TES TES PSIKOLOGI PERLU DIKENDALIKAN ?

Ada dua alasan utama mengendalikan penggunaan tes tes psikologi, yaitu: 1. Memastikan bahwa tes2 yang diberikan oleh penguji mmenuhi syarat dan skor yang digunakan dengan sepantasnya .
2. Mencegah keakraban orang dengan isi tes, yang membuat tea tida valid.

PENYELENGGARAAN TES

1. Persiapan sebelumnya bagi para penguji : dalam tes tidak boleh terjadi hal darurat yang tidak dipersiapkan, karena itu harus dipersiapkan terlebih dahulu seperti: persiapan waktu, materi, briefing untuk para penguji dan penyelenggara .

2. Kondisi kondisi tes
Penting untuk sejaub mana kondisi tes bisa mempengaruhi skor tes.

3. Memperkenalkan tes, yaitu pemahaman dan orientasi peserta tes.

PENGUJI DAN VARIABEL VARIABEL SITUASI

Penguji yang trampil terus menerus waspada untuk mendeteksi variabel dan meminimali pengaruh variabe yang muncul.

PANDANGAN DARI SUDUT PESERTA
1. Kecemasan tes
2. Penelitian komprehensif atas pandangan peserta tes

Mungki  cukup ini aja blogger, YUK TERUS MENCARI TAHU ;)

Sumber: Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT indeks

Minggu, 09 Maret 2014

PSIKODIAGNOSTIK DAN PSIKOLOGI DIFERENSIAL

Hey blogger jumpa lagi nih, kali ini pembahasan Psikodiagnostik . Yuk di simak :)

Psikodiagnostik berasal kata dari psikologi dan diagnosa . Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa melalui prilaku, interaksi dengan lingkunga, dan proses belajar sehingga terjadi prilaku yang menetap . Sedangkan diagnosa/ diagnostik berarti mencari untuk mengalami suatu pengetahuan mencari tahu

Istilah Psikodiagnostik pertama sekali di eksis kan oleh Herman Roschach pada tahun 1921 .
Pengertian Psikodiagnostik adalah disiplin ilmu yang mengaplikasikan dan mengembangkan pengukuran untuk menilai karakteristik yang sesuai tentang seseorang, situasi, lembaga, dan berbagai objek lain.

Menurut kamus psikologi, Psikodiagnostik adalah studi mengenai kepribadian lewat penafsiran terhadap tanda tanda tingkah laku, cara berjalan, gerak isyarat, sikap, penampilan wajah, dll.
Psikodiagnostik di latar belakangi oleh kebutuhan klinis. Seperti yag tertulis di atas yang di eksis kan oleh Herman Roschach -> mengkombinasikan antara psikologi dan  seni.

Selain itu ada juga manfaat psikologi secara akademik, yaitu :
1. Discribe : menggambarkan suatu masalah
2. Explain : menjelaskan suatu masalah, sebab sebab nya
3. Predict : memprediksi
4. Control : mengarahkan

Ciri ciri Psikodiagnostik sebagai cabang ilmu psikologi, yaitu :
a. Teoritis : di kembangkan teori teori yang berkaitan dengan " bagaimana mengetahui keadaan kejiwaan"
b. Praktis : petunjuk petunjuk praktis mengenai " bagaimana kita mengetahui keadaan jiwa seseorang"
Dan juga hubungan Psikodiagnostik dengan ilmu lain, yang salah satu nya dengan psikologi diferensial .

Adapun macam macam nya, yaitu :
1. Psikologi diferensial : perbedaan individu menjadi dasar dari Psikodiagnostik, tanpa adanya perbedaan individu makan tidak akan dilakukan asesmen psikologi
2. psikologi klinis : untuk mengetahui ciri ciri atau jenis abnormalisasi, di lakukan asesmen psikologi
3. Psikologi perkembagan : untuk menentukan ciri ciri jiwa yag ada pada suatu fase perkembagan tertentu
4. Psikologi industri dan organisasi : untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada lingkungan kerja atau organisasi
5. Psikometri (statistika)

Mungkin cukup dulu ya blogger, semoga bermanfaat meskipun masih minimnya pengetahuan . YUK TERUS MENCARI TAHU :)

http://www.scribd.com/mobile/doc/78039804

http://www.slideshare.net/mobile/elmakrufi/pengantar-psikodiagnostik            

http://www.docstoc.com     /docs/41359662/Psikodiagnostik-Pengantar