Translate

Senin, 08 April 2013

PERSEPSI DAN ATENSI

Apakah persepsi dan atensi itu ?

Mari kita ketahui lebih lanjut :)

PERSEPSI 

Menurut Solso,dkk (2007:75) persepsi adalah melibatkan kognisi tingkat tinggi dalam menginterpretasikan hal hal yang terjadi pada indra kita.

Menurut Feldman (2012:119) persepsi adalah proses penyortiran, interpretasi, analisis, dan integrasi dari stimulus oleh organ indra dan otak.

dari dua pengertian diatas kita bisa gabungkan bahwa persepsi adalalah proses penyortiran, analisis, menginterpretasikan hal hal yang terjadi pada indra, dan integrasi dari stimulus oleh organ indra dan otak. sebenarnya apabila kita membicarakan tentang persepsi pasti ada hubungannya dengan sensasi. Sensasi adalah sesuatu yang di tangkap oleh organ panca indra. setelah di tangkap oleh panca indra barulah kognisi, serta stimulus mempersepsikan bahwa sesuatu itu apa ? sebagai contoh: seseorang yang mendengaran suara sirine ambulans(sensasi) kemudian ia menganggap bahwa suara sirine itu suara mobil yang sedang membawa jenazah(persepsi).

ada 2 faktor yang mempengaruhi persepsi, yakni faktor internal dan faktor eksternal 

faktor internal yang berasal dari diri individu itu sendiri, terdiri dari :
  1. fisiologis
  2. minat
  3. perhatian
  4. kebutuhan yang searah 
  5. pengalaman dan ingatan
  6. suasana hati 
faktor eksternal yakni karakteristik dari lingkungan dan objek objek yang terlibat didalam nya, terdiri dari :
  1. warna dari objek objek 
  2. ukuran dan penempatan dari objek atau stimulus
  3. keunikan dan kekontrasan stimulus
  4. imensitas dan kekuatan dari stimulus 
  5. gerakan 
beberapa gambar tentang persepsi


menurut kalian gambar apakah ini ?

apakah ini ?

ATENSI 

Atensi adalah pemusatan upaya mental pada kejadian kejadian sensorik atau kejadian kejadian mental.

penelitian tentang atensi meliputi lima aspek utama:
  1. kapasitas pemprosesan dan selektivitas
  2. kendali terhadap atensi
  3. pemprosesan otomatis
  4. pandangan neurosains terhadap atensi
  5. kesadaran

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

adalah gangguan yang terjadi pada masa kanak kanak, dan dapat dianalisa langsung oleh perkembangan ahli kognitif. Gangguan ini berdampak pada cara anak berfikir, bertindak dan merasa. Gangguan perkembangan ditandai dengan kekurangmampuan anak untuk memusatkan perhatian pada tingkat mal adaptif, aktivitas yang berlebihan, dan impulsivitas.

Tipe ADHD
membedakan tiga jenis gejala, yaitu:


  1. kurangnya perhatian (attention)
mereka tidak mendengarkan orang lain, mungkin tidak mengerjakan tugas, mungkin tidak mendengarkam interupsi guru, karena memang pada penderita ADHD sulit untuk fokus, bukan tidak ingin fokus tapi memang mereka sulit untuk fokus, untuk itu guru dan orang tua harus extra membantu sang anak.

     2. Hiperaktivitas
biasanya sang anak susah untuk duduk tenang dalam jangka waktu yang cukup lama, gelisah, dan tampoat bergegas.

     3. Impulsivitas
suka menjawab pertanyaan, walau pertanyaan itu belum selesai di sampaikan. 


semoga bermanfaat :") 



sumber:
Solso,dkk. 2012. Psikologi Kognitif .edisi 8 . Jakarta: erlangga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar