Hey Blogger, jumpa kembali nih J
Saat ini pembahasan kita adalah tentang tes kepribadian. Yuk di
simak! :”)
Sebelum berlanjut
ke pembahasan, nah sebaiknya kita tahu apa sih definisi kepribadian itu
sendiri.
Kepribadian adalah
pola karakteristik yang menetap dan menghasilkan konsistensi dan individualitas
bagi seseorang. Kepribadian mencakup perilaku yang membuat masing-masing
individu unik yang membedakan satu individu dengan individu lainnya (Robert S.
Feldman, 2012).
Menurut
Allport kepribadian adalah organisasi dinamik dalam individu atas
sistem-sistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap
lingkungannya.
Tes Inventori
·
Merupakan Self Report Questionnaire
· Tes yang utamanya menggunakan paper and pencil.
· Berguna untuk menentukan karakteristik kepribadian, minat,
penyesuaian diri, motivasi, need, sikap, nilai.
· Diawali dari bentuk personal interview dan
kemudian berkembang menjadi personal information questionnaire.
· Biasanya setiap satu jenis tes inventori hanya mengukur satu atau
beberapa aspek kepribadian.
Beberapa
Masalah dalam Tes Inventori
- Defenisi-defenisi konseptual dari aspek yang diukur sangat banyak, sehingga perlu seleksi yang tepat dari macam-macam defenisi tersebut untuk mendasari penyusunan inventori
- Tes inventori tidak culture free, sehingga aspek budayaharus selalu dipertimbangkan. Budaya selalu berubah, sedangkan di sisi lain tes inventori diharapkan dapat memberikan gambaran yang stabil dan konsisten. Individu juga mengalami perubahan, karena pengalaman, proses belajar, proses pendewasaan. Terdapat kesan seolah-olah tes inventori sulit untuk mencapai reliabilitas yang diharapkan. Idealnya tes inventory dapat mengantisipasi aspek-aspek perubahan tersebut
- Tes inventori yang selalu sensitive terhadap perubahan akan sulit memperoleh reliabilitas yang tinggi. Namun yang penting adalah tes inventori masih memiliki kemampuan prediktif.
Kelemahan
Tes Inventori
1. Itemnya ambigu
dan perintah kadang kurang jelas.
2. Adanya
kesulitan semantic, sehingga bias menimbulkan penafsiran berbeda.
3. Acquescence,
yaitu adanya item-item yang mengarah pada jawaban tertentu.
4. Bisa
memunculkan keinginan testee untuk menunjukkan kesan tertentu pada tester.
5. Testee tidak
kooperatif.
6. Untuk
mengurangi kelemahan-kelemahan tersebut, tester perlu memahami tes dengan baik.
Jenis-Jenis
Tes Inventori Kepribadian
1. MMPI
(Minnesota Multiphasic Personality Inventory):
Terdiri dari 550 pernyataan positif yang
diberikan jawaban beenaratau salah dan tidak dapat mengatakan, item MMPI
menggali areayang sangat luas seperti: kesehatan, symptom psikosomatis,
gangguan neurologis, gangguan motoric, seksual, religious, sikap social,
pendidikan, pekerjaan, keluarga, perkawinan, manifes perilaku neurotic atu
psikotik (missal obsesi kompulsif, delusi, halusinasi, referensi ide,fobia,
sadis-masokis
2. PIC
(Personality Inventory for Children)
·
Dirancang untuk anak-anak dan remaja usia 6 – 16
tahun
·
Dapat juga digunakan untuk usia 3 – 5 tahun
·
Terdiri dari 600 item, benar- salah
·
Yang menjawab adalah orang dewasa yang mengetahui
banyak tentang anak atau remaja tersebut, tertuma ibunya
3. MCMI (Millon Clinical
Multiaxial Inventory)
· Terdiri dari 175 pertanyaan self-descriptive yang
diringkas untuk dijawab benar-salah oleh testee
·
Dirancang untun pasien klinis berusia diatas 17
tahun
·
Meliputi 29 skala klinis, setiap skala didasarkan
pada 16-47 item yang overlap.
4. 16 – PF (Sixteen
Personality Factor Questionnaire)
·
Dibuat untuk usia 16 tahun ke atas.
·
Mngungkap 16 trait.
·
Memiliki kunci untuk verifikasi jawaban yang
diebut Motivational Distortion.
5. EPPS
(Edward Personal Preference Schedule
*Terdiri dari 225 pasang pertanyaan
*Testee memilih salah satu dari pasangan item yang ada
*Menggunakan skor ipsaptif, dimana kekuatan need tidak
dinyatakan secara absolut tetapi dihubungkan dengan need yang lain.
Jenis –
Jenis Inventori Minat
1. SCII (Strong Campbell Interest Inventory)
2. JVIS (Jackson Vocation Interest Survey)
3. KPRV (Kuder Preference Record Vocational).
4. CAI (Career Assessment Inventory).
5. RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)
Tes
Inventori Nilai
·
Study of Value
·
Work Values Inventori
Aturan
Pemakaian Tes Psikologi
·
Tingkat A: Dapat digunakan, diskor,
diinterpretasikan yang bukan dari psikologi, namun bertanggung jawab dan
berwenang, misal Kepsek, guru BK, Pejabat instansi. Contoh tes: Tes Prestasi
·
Tingkat B: Tes yang membutuhkan persyaratan dan
pengetahuan psikologi, misal sarjana psikologi. Contoh Tes: Tes kecerdasan, tes
bakat, tes minat
·
Tingkat C: mempersyaratkan pengetahuan psikologi
dan pengalaman menggunakan tes tersebut. Contoh: tes kecerdasan untuk kepentingan
klinis, tes Rorschach.
EPPS
(Edward Personal Preference Schedule)
a. Didesain terutama untuk instrument dalam penelitian
dan konseling, untuk mengukur secara tepat dan tepat sejumlah variable normal
yang independen.
b. Disusun oleh Edward berdasarkan teori dari H.A.Murray
tentang need.
c. H.A Murray = 20 need diambil 15 eed oleh Edward.
d. Lima (5) yang tidak digunakan: counter action,
defendance, rejection, play, understanding.
e. Need yang diungkap dalam EPPS merupakan gejala
kontinum dan tertuang dalam bentuk Forced Choice
f. Mengukur kebutuhan bukan kemampuan.
EPPS
termasuk tes kepribadian yang bersifat objektif. Ciri-cirinya:
1. Tidak ada
batas waktu untuk mengerjakan.
2. Ekspresi
jawaban dibatasi oleh alternative yang tersedia.
3. Respon merupakan
gambaran dari kondisi internal subjek
4. Norma
memberikan gambaran mengenai kondisi subjek
5. Korelasi
antara jawaban dengan kondisi sebenarnya 0,871
Hal yang
harus dihindari:
1. Adanya social
desirability yaitu: sesuatu yang diinginkan oleh lingkungan social
2. Diantisipasi
dengan cara menyajikan dua pernyataan yang mengungkap trait kepribadian yang
berbeda pada tiap item.
Lima belas
(15) Need dalam EPPS:
1. Achievement :
Berpartisipasi
2. Deference :
Menyesuaikan diri dengan aturan
3. Order :
Keteraturan dalam menunaikan tugas, hak dan kewajiban
4. Exhibition :
Menunjukkan diri
5. Autonomy :
Mandiri
6. Affiliation :
Berempati
7. Interception :
Berempati
8. Succorance :
Hubungan social yang diwarnai ketergantungan
9. Dominance :
Memimpin
10. Abasement :
Merendahkan diri, kompromi, toleransi, menyesuaikan diri
11. Nurturance :
Memberi perhatian yang diwarnai rasa sayang
12. Cange :
Perubahan
13. Endurance :
Keuletan, ketekunan
14. Heterosexual :
Perhatian kepada lawan jenis.
15. Aggression :
Bertentangan dengan orang lain
TES EPPS
o EPPS adalah salah satu tes
kepribadian yang bersifat tes verbal
o Bentuk tes: Forced Choice Technique
o Subjek memilih alternatif A
atau B yang sesuai dengan pilihannya
o Penggunaan EPPS; educative
guidance, vocational guidance, personal problem. Biasanya disertai wawancara
o Data digunakan untuk
membicarakan kekuatan relatif variabel dalam diri klien
o Ada kemungkinan terjadi
kewaspadaan subjek sehingga bisa “berbohong”
o Korelasi antara apa yang
dicerminkan keluar dengan keadaan dalam individu sebesar 0,871
o Terdiri dari 225 aitem
o Inventori kepribadian yang biasa digunakan penuh
dengan muatan social diserability
o Menggunakan teori need Murray dari 20 need, Edward
hanya menggunakan 15 need.
Tes kepribadian yang lain, yang disebut tes proyektif
TES PROYEKTIF
Tes proyektif adalah alat ukur
kepribadian yang dalam mengungkap kepribadian menggunakan media atau materi
sebagai tempat untuk memproyeksikan dorongan, perasaan ataupun sentiment
seseorang. dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif,
individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu,
dimana hal ini berbeda dengan tes objektif yang memuat beberapa pertanyaan
berstruktur. Sehingga diharapkan dengan menggunakan tes proyektif, individu secara
tidak sadar akan mengungkap dan menggambarkan struktur dan dinamika
kepribadiannya.
Teknik proyektif yang banyak dikenal dan
digunakan secara luas oleh ahli psikologi lainnya yaitu tes Rorschach, Thematic
Apperception Test (TAT), Children’s Apperception Test (CAT), tes Draw-A-Person
(DAP), tes Make-A-Picture Story (MAPS), Michigan Picture Story Test, dan
Sentence Completion Test. Berikut adalah penjelasan mengenai tes-tes tersebut:
1. Thematic
Apperception Test (TAT)
TAT adalah yang
dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan rangkaian standar
provokatif berupa gambar yang ambigu dan subjek yang harus menceritakan sebuah
cerita dari gambar yang tertera. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah
cerita yang dramatis.
2. Children’s
Apperception Test (CAT)
Bentuk lain dari
TAT adalah CAT (Children’s Apperception Test), yang digunakan untuk anak anak.
CAT menampilkan sepuluh gambar binatang dalam konteks sosial manusia seperti
memainkan game atau tidur di tempat tidur. Pada saat ini, versi ini dikenal
sebagai CAT atau CAT-A (gambar binatang).
3. Michigan
Picture Story Test (MPST)
Tes ini hampir sama
dengan kedua tes diatas dan terdiri dari material yang menggambarkan anak-anak
dalam hubungannya dengan orang tua, polisi, dan figur otoriter lainnya, juga
teman-teman. Tes ini sangat bermanfaat dalam melihat struktur dari sikap
anak-anak terhadap orang dewasa dan teman-teman sekaligus mengevaluasi masalah
yang mungkin timbul
4. Make-A-Picture
Story (MAPS)
Tes ini juga hampir
sama dengan MPST dalam interpretasi dan tujuan yang dimiliki. Perbedaannya,
individu boleh memilih karakter yang ada untuk membuat sebuah cerita
berdasarkan situasi yang ada.
5. Figure
Drawing
Mungkin sebagian
dari kita pernah melakukan tes ini. Dalam tes ini, kemampuan menggambar
bukanlah faktor utama. Salah satu bentuk tesnya adalah Draw-A-Person (DAP),
dimana individu diminta untuk menggambar seorang lelaki dan perempuan
menggunakan pensil dan kertas.
6. Incomplete
Sentence Test
Dalam metode
proyektif ini, terdiri dari sejumlah kalimat tidak lengkap yang disajikan untuk
dilengkapi. Biasanya bukan merupakan tes standar dan tidak diperlakukan secara
kuantitatif. Penting sebagai bahan pertimbangan dalam situasi klinis yang
memiliki asumsi bahwa respon individu terhadap stimulus yang ambigu merupakan
proyeksi dari hal-hal yang ada dalam ketidaksadaran. Respon yang diberikan
subjek dapat memberikan gambaran area konflik, termasuk juga kelebihan dan
kekurangan dari kepribadian subjek.
7. Competency
Screening Test
Diberikan kepada
individu yang menjadi terdakwa untuk mempelajari interscorer kehandalan dan
validitas prediktif tentang status mental atau inteligensi individu terkait
dengan kasus individu yang sedang terjadi. Tes juga secara signifikan
membedakan antara individu yang dikategorikan oleh praktisi sebagai tidak
berkompetensi secara mental dan yang dikategorikan sebagai kompeten dalam sidng
kasus yang dijalani.
8. Rorschach
Test
The Rorschach test
juga dikenal sebagai tes inkblot Rorschach atau sekadar tes Inkblot adalah
sebuah tes psikologi di mana subjek mempersepsi sebuah bentuk gambar tinta yang
dicatat dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis.
Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang
baik karakteristik maupun fungsi emosional. Telah digunakan untuk mendeteksi
gangguan pikiran yang mendasari individu, terutama dalam kasus-kasus di mana
pasien tidak mau untuk menggambarkan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes
ini mengambil namadari penciptanya yaitu psikolog dari Swiss, Hermann
Rorschach.
Kelebihan tes proyektif
·
Dapat mengungkap hal – hal dibawah sadar untuk keperluan klinis
·
Dapat menurunkan ketegangan, Bersifat ekonomis
Kekurangan tes proyektif
·
Validitas dan reliabilitasnya rendah
·
Tester harus memiliki keterampilan yang khusus untuk dapat
menggunakan tes ini dalam melakukan diagnosa.
Mungkin cukup
sampai disini nih blogger, semoga bermanfaat J
YUK TERUS MENCARI
TAHU !
Sumber :
EGC.Robert S. Feldman (2012). Pengantar Psikologi. Jakarta: Salemba HumanikaCalvin S.
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/196605162000122-
HERLINA/PD6-TM3_PENDEKATAN_DALAM_TES_PROYEKSI.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar