Translate

Minggu, 06 Juli 2014

TES KEPRIBADIAN

Hey Blogger, jumpa kembali nih J
Saat ini pembahasan kita adalah tentang tes kepribadian. Yuk di simak! :”)

Sebelum berlanjut ke pembahasan, nah sebaiknya kita tahu apa sih definisi kepribadian itu sendiri.

 Kepribadian adalah pola karakteristik yang menetap dan menghasilkan konsistensi dan individualitas bagi seseorang. Kepribadian mencakup perilaku yang membuat masing-masing individu unik yang membedakan satu individu dengan individu lainnya (Robert S. Feldman, 2012).

Menurut Allport kepribadian adalah organisasi dinamik dalam individu atas sistem-sistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya.

Tes Inventori
·         Merupakan Self Report Questionnaire
·       Tes yang utamanya menggunakan paper and pencil.
·  Berguna untuk menentukan karakteristik kepribadian, minat, penyesuaian diri, motivasi, need, sikap, nilai.
·      Diawali dari bentuk personal interview dan kemudian berkembang menjadi personal information questionnaire.
·    Biasanya setiap satu jenis tes inventori hanya mengukur satu atau beberapa aspek kepribadian.
Beberapa Masalah dalam Tes Inventori
  1.  Defenisi-defenisi konseptual dari aspek yang diukur sangat banyak, sehingga perlu seleksi yang tepat dari macam-macam defenisi tersebut untuk mendasari penyusunan inventori
  2. Tes inventori tidak culture free, sehingga aspek budayaharus selalu dipertimbangkan. Budaya selalu berubah, sedangkan di sisi lain tes inventori diharapkan dapat memberikan gambaran yang stabil dan konsisten. Individu juga mengalami perubahan, karena pengalaman, proses belajar, proses pendewasaan. Terdapat kesan seolah-olah tes inventori sulit untuk mencapai reliabilitas yang diharapkan. Idealnya tes inventory dapat mengantisipasi aspek-aspek perubahan tersebut
  3. Tes inventori yang selalu sensitive terhadap perubahan akan sulit memperoleh reliabilitas yang tinggi. Namun yang penting adalah tes inventori masih memiliki kemampuan prediktif.

Kelemahan Tes Inventori
1.     Itemnya ambigu dan perintah kadang kurang jelas.
2.    Adanya kesulitan semantic, sehingga bias menimbulkan penafsiran berbeda.
3.    Acquescence, yaitu adanya item-item yang mengarah pada jawaban tertentu.
4.    Bisa memunculkan keinginan testee untuk menunjukkan kesan tertentu pada tester.
5.    Testee tidak kooperatif.
6.    Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan tersebut, tester perlu memahami tes dengan baik.

Jenis-Jenis Tes Inventori Kepribadian

       1. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory):
   Terdiri dari 550 pernyataan positif yang diberikan jawaban beenaratau salah dan tidak dapat mengatakan, item MMPI menggali areayang sangat luas seperti: kesehatan, symptom psikosomatis, gangguan neurologis, gangguan motoric, seksual, religious, sikap social, pendidikan, pekerjaan, keluarga, perkawinan, manifes perilaku neurotic atu psikotik (missal obsesi kompulsif, delusi, halusinasi, referensi ide,fobia, sadis-masokis
         2. PIC (Personality Inventory for Children)
·         Dirancang untuk anak-anak dan remaja usia 6 – 16 tahun
·         Dapat juga digunakan untuk usia 3 – 5 tahun
·         Terdiri dari 600 item, benar- salah
·         Yang menjawab adalah orang dewasa yang mengetahui banyak tentang anak atau remaja tersebut, tertuma ibunya
3.  MCMI (Millon Clinical Multiaxial Inventory)
·      Terdiri dari 175 pertanyaan self-descriptive yang diringkas untuk dijawab benar-salah oleh testee
·         Dirancang untun pasien klinis berusia diatas 17 tahun
·         Meliputi 29 skala klinis, setiap skala didasarkan pada 16-47 item yang overlap.
4. 16 – PF (Sixteen Personality Factor Questionnaire)
·         Dibuat untuk usia 16 tahun ke atas.
·         Mngungkap 16 trait.
·         Memiliki kunci untuk verifikasi jawaban yang diebut Motivational Distortion.
       5. EPPS (Edward Personal Preference Schedule
          *Terdiri dari 225 pasang pertanyaan
              *Testee memilih salah satu dari pasangan item yang ada 
          *Menggunakan skor ipsaptif, dimana kekuatan need tidak dinyatakan secara absolut tetapi dihubungkan dengan need yang lain.

Jenis – Jenis Inventori Minat
1. SCII (Strong Campbell Interest Inventory)
2. JVIS (Jackson Vocation Interest Survey)
3. KPRV (Kuder Preference Record Vocational).
4. CAI (Career Assessment Inventory).
5. RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

Tes Inventori Nilai
·         Study of Value
·         Work Values Inventori

Aturan Pemakaian Tes Psikologi
·         Tingkat A: Dapat digunakan, diskor, diinterpretasikan yang bukan dari psikologi, namun bertanggung jawab dan berwenang, misal Kepsek, guru BK, Pejabat instansi. Contoh tes: Tes Prestasi
·         Tingkat B: Tes yang membutuhkan persyaratan dan pengetahuan psikologi, misal sarjana psikologi. Contoh Tes: Tes kecerdasan, tes bakat, tes minat
·         Tingkat C: mempersyaratkan pengetahuan psikologi dan pengalaman menggunakan tes tersebut. Contoh: tes kecerdasan untuk kepentingan klinis, tes Rorschach.

EPPS (Edward Personal Preference Schedule)
a. Didesain terutama untuk instrument dalam penelitian dan konseling, untuk mengukur secara tepat dan tepat sejumlah variable normal yang independen.
b. Disusun oleh Edward berdasarkan teori dari H.A.Murray tentang need.
c. H.A Murray = 20 need diambil 15 eed oleh Edward.
d. Lima (5) yang tidak digunakan: counter action, defendance, rejection, play, understanding.
e. Need yang diungkap dalam EPPS merupakan gejala kontinum dan tertuang dalam bentuk Forced Choice
f. Mengukur kebutuhan bukan kemampuan.
EPPS termasuk tes kepribadian yang bersifat objektif. Ciri-cirinya:
1.     Tidak ada batas waktu untuk mengerjakan.
2.    Ekspresi jawaban dibatasi oleh alternative yang tersedia.
3.    Respon merupakan gambaran dari kondisi internal subjek
4.    Norma memberikan gambaran mengenai kondisi subjek
5.    Korelasi antara jawaban dengan kondisi sebenarnya 0,871
Hal yang harus dihindari:
1.     Adanya social desirability yaitu: sesuatu yang diinginkan oleh lingkungan social
2.    Diantisipasi dengan cara menyajikan dua pernyataan yang mengungkap trait kepribadian yang berbeda pada tiap item.
Lima belas (15) Need dalam EPPS:
1. Achievement : Berpartisipasi
2. Deference : Menyesuaikan diri dengan aturan
3. Order : Keteraturan dalam menunaikan tugas, hak dan kewajiban
4. Exhibition : Menunjukkan diri
5. Autonomy : Mandiri
6. Affiliation : Berempati
7. Interception : Berempati
8. Succorance : Hubungan social yang diwarnai ketergantungan
9. Dominance : Memimpin
10. Abasement : Merendahkan diri, kompromi, toleransi, menyesuaikan diri
11. Nurturance : Memberi perhatian yang diwarnai rasa sayang
12. Cange : Perubahan
13. Endurance : Keuletan, ketekunan
14. Heterosexual : Perhatian kepada lawan jenis.
15. Aggression : Bertentangan dengan orang lain

TES EPPS
o EPPS adalah salah satu tes kepribadian yang bersifat tes verbal
o Bentuk tes: Forced Choice Technique
o Subjek memilih alternatif A atau B yang sesuai dengan pilihannya
o Penggunaan EPPS; educative guidance, vocational guidance, personal problem. Biasanya disertai wawancara
o Data digunakan untuk membicarakan kekuatan relatif variabel dalam diri klien
o Ada kemungkinan terjadi kewaspadaan subjek sehingga bisa “berbohong”
o Korelasi antara apa yang dicerminkan keluar dengan keadaan dalam individu sebesar 0,871
o Terdiri dari 225 aitem
o Inventori kepribadian yang biasa digunakan penuh dengan muatan social diserability
o Menggunakan teori need Murray dari 20 need, Edward hanya menggunakan 15 need.


Tes kepribadian yang lain, yang disebut tes proyektif


TES PROYEKTIF

Tes proyektif adalah alat ukur kepribadian yang dalam mengungkap kepribadian menggunakan media atau materi sebagai tempat untuk memproyeksikan dorongan, perasaan ataupun sentiment seseorang. dalam tes-tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu, dimana hal ini berbeda dengan tes objektif yang memuat beberapa pertanyaan berstruktur. Sehingga diharapkan dengan menggunakan tes proyektif, individu secara tidak sadar akan mengungkap dan menggambarkan struktur dan dinamika kepribadiannya.
Teknik proyektif yang banyak dikenal dan digunakan secara luas oleh ahli psikologi lainnya yaitu tes Rorschach, Thematic Apperception Test (TAT), Children’s Apperception Test (CAT), tes Draw-A-Person (DAP), tes Make-A-Picture Story (MAPS), Michigan Picture Story Test, dan Sentence Completion Test. Berikut adalah penjelasan mengenai tes-tes tersebut:

1.  Thematic Apperception Test (TAT)
TAT adalah yang dikenal sebagai teknik interpretasi gambar karena menggunakan rangkaian standar provokatif berupa gambar yang ambigu dan subjek yang harus menceritakan sebuah cerita dari gambar yang tertera. Subjek diminta untuk mengatakan sebagai sebuah cerita yang dramatis.


2.  Children’s Apperception Test (CAT)
Bentuk lain dari TAT adalah CAT (Children’s Apperception Test), yang digunakan untuk anak anak. CAT menampilkan sepuluh gambar binatang dalam konteks sosial manusia seperti memainkan game atau tidur di tempat tidur. Pada saat ini, versi ini dikenal sebagai CAT atau CAT-A (gambar binatang).
3.  Michigan Picture Story Test (MPST)
Tes ini hampir sama dengan kedua tes diatas dan terdiri dari material yang menggambarkan anak-anak dalam hubungannya dengan orang tua, polisi, dan figur otoriter lainnya, juga teman-teman. Tes ini sangat bermanfaat dalam melihat struktur dari sikap anak-anak terhadap orang dewasa dan teman-teman sekaligus mengevaluasi masalah yang mungkin timbul
4.  Make-A-Picture Story (MAPS)
Tes ini juga hampir sama dengan MPST dalam interpretasi dan tujuan yang dimiliki. Perbedaannya, individu boleh memilih karakter yang ada untuk membuat sebuah cerita berdasarkan situasi yang ada.
5.  Figure Drawing
Mungkin sebagian dari kita pernah melakukan tes ini. Dalam tes ini, kemampuan menggambar bukanlah faktor utama. Salah satu bentuk tesnya adalah Draw-A-Person (DAP), dimana individu diminta untuk menggambar seorang lelaki dan perempuan menggunakan pensil dan kertas.

6.  Incomplete Sentence Test
Dalam metode proyektif ini, terdiri dari sejumlah kalimat tidak lengkap yang disajikan untuk dilengkapi. Biasanya bukan merupakan tes standar dan tidak diperlakukan secara kuantitatif. Penting sebagai bahan pertimbangan dalam situasi klinis yang memiliki asumsi bahwa respon individu terhadap stimulus yang ambigu merupakan proyeksi dari hal-hal yang ada dalam ketidaksadaran. Respon yang diberikan subjek dapat memberikan gambaran area konflik, termasuk juga kelebihan dan kekurangan dari kepribadian subjek.
7.  Competency Screening Test
Diberikan kepada individu yang menjadi terdakwa untuk mempelajari interscorer kehandalan dan validitas prediktif tentang status mental atau inteligensi individu terkait dengan kasus individu yang sedang terjadi. Tes juga secara signifikan membedakan antara individu yang dikategorikan oleh praktisi sebagai tidak berkompetensi secara mental dan yang dikategorikan sebagai kompeten dalam sidng kasus yang dijalani.
8.  Rorschach Test
The Rorschach test juga dikenal sebagai tes inkblot Rorschach atau sekadar tes Inkblot adalah sebuah tes psikologi di mana subjek mempersepsi sebuah bentuk gambar tinta yang dicatat dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang baik karakteristik maupun fungsi emosional. Telah digunakan untuk mendeteksi gangguan pikiran yang mendasari individu, terutama dalam kasus-kasus di mana pasien tidak mau untuk menggambarkan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini mengambil namadari penciptanya yaitu psikolog dari Swiss, Hermann Rorschach.
Kelebihan tes proyektif

·         Dapat mengungkap hal – hal dibawah sadar untuk keperluan klinis
·         Dapat menurunkan ketegangan, Bersifat ekonomis
Kekurangan tes proyektif
·         Validitas dan reliabilitasnya rendah
·         Tester harus memiliki keterampilan yang khusus untuk dapat menggunakan tes ini dalam melakukan diagnosa.

Mungkin cukup sampai disini nih blogger, semoga bermanfaat J
YUK TERUS MENCARI TAHU !




Sumber :
EGC.Robert S. Feldman (2012). Pengantar Psikologi. Jakarta: Salemba HumanikaCalvin S.



http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/196605162000122-
HERLINA/PD6-TM3_PENDEKATAN_DALAM_TES_PROYEKSI.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar